Connect with us

Dunia

Penentang Yerusalem Adalah Musuh Amerika Serikat

Published

on

Presiden Amerik Serikat Donald Trump

Jakarta-Geosiar.com, Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump menyampaikan pidato kenegaraannya, Selasa, 30 Januari 2018 waktu setempat. Trump mengatakan negara-negara yang menentang AS dalam pengakuan Yerusalem sebagai ibu kota Israel adalah musuh Amerika.

Pengumuman Trump pada tanggal 6 Desember 2017 lalu, mengakui Yerusalem sebagai ibukota Israel termasuk keputusan untuk memindahkan kantor kedutaan ke Kota Suci dari Tel Aviv, seketika dunia internasional mengutuk pernyataan tersebut.

Sesaat setelah Trump mengambil keputusan tersebut, PBB menggelar Sidang Umum yang memutuskan bahwa pengakuan Amerika Serikat adalah batal demi hukum.

Menurut foto kopi pidato Trump yang beredar di media massa, Selasa, dia mengatakan, “Puluhan negara bersuara di Sidang Umum PBB menentang hak kedaulatan Amerika Serikat atas pengakuan Yerusalem,” ucapnya seperti dikutuip Al Jazeera.

“Pembayar pajak Amerika dengan murah hati mengirimkan bantuan miliaran dolar ke negara-negara itu setiap tahun. Itulah sebabnya, malam ini, saya meminta Kongres mengeluarkan Undang-Undang untuk membantu memastikan dolar bantuan luar negeri Amerika selalu melayani kepentingan Amerika, dan hanya untuk teman-teman Amerika.”

Ketika saatnya datang, kata Trump, mereka menentang. “Mereka musuh Amerika Serikat,” tegasnya lagi. Pernyataan yang tampaknya mendadak pada dasarnya memberi label 128 negara sebagai musuh Amerika Serikat.

Dikutip dari BBC, selain membahas Yerusalem, Trump juga membahas isu internasional lain dalam pidato kenegaraan tersebut.

Trump mengecam Korea Utara yang “bejat”. Dia memperingatkan bahwa ambisi Pyongyang “membuat rudal nuklir yang sembrono dapat segera mengancam” Amerika Serikat. “Kita menjalankan serangkaian tekanan maksimal untuk mencegah hal itu terjadi,” ujar Trump.

Presiden AS itu lalu menyebut bahwa hampir semua kawasan di Suriah dan Irak yang semula dikuasai ISIS telah diambil alih. “Kami akan meneruskan perlawanan kami sampai ISIS dikalahkan,” cetusnya. (Tpo/R2)