Connect with us

Nasional

KPK Tetapkan Gubernur Jambi sebagai Tersangka Suap

Published

on

Gubernur Jambi Zumi Zola

Jakarta-GeoSiar.com, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menetapkan Gubernur Jambi Zumi Zola sebagai tersangka kasus dugaan suap setelah Tim penyidik menggeledah rumahnya pada Rabu (31/1/2018).

Hal tersebut diungkapkan oleh Juru Bicara KPK, Febri Diansyah.

“Ya ada penggeledahan. Tim masih di lapangan,” ujar Febri melalui pesan tertulis.

Zumi Zola diduga menerima suap ketika sepakat dengan APBD Provinsi Jambi tahun anggaran 2018.

Berdasarkan laman laporan harta kekayaan penyelenggara negara (LHKPN) yang diakses Kamis (1/2/2018), harta orang nomor satu di Jambi itu sekitar Rp 3 miliar.

Hal tersebut dibuktikan dari laporan harta kekayaannya saat menjabat sebagai harta kekayaannya pada 4 Desember 2010 saat menjabat sebagai Bupati Tanjung Jabung Timur dan 13 Juli 2015 sebelum menjadi Gubernur Jambi.

Pada 2010, harta kekayaan Zumi Zola tercatat sebesar Rp 3.283.018.115.

Sementara pada 2015, hartanya sebesar Rp 3.520.000.047 atau naik sekitar Rp 200 jutaan selama lima tahun.

Dari laman LHKPN KPK, Harta bergerak Zumi Zola dari tahun 2010 hingga 2015 hanya dua yang terdiri dari mobil dengan merek Ford Ranger dan Toyota Avanza dengan nilai total Rp 491.250.000.

Giro dan setara kas lainnya yang dimiliki Zumi Zola pada tahun 2010 sebesar Rp. 509.152.467 dan mengalami kenaikan drastis menjadi Rp 1.849.550.047 di tahun 2015.

Sementara, pada tahun 2010, Zumi Zola memiliki harta tidak bergerak sebesar Rp 2.282.615.648. Terdiri dari tanah seluas 107 m2 di Jakarta Selatan dan tanah seluas 500 m2 di Depok, Jawa Barat. Harta tidak bergerak Zumi lainnya yakni bangunan seluas 81 m2 di Jakarta Selatan.

Harta tersebut berkurang pada LHKPN tahun 2015. Di tahun tersebut harta Zumi Zola sebesar Rp 1.179.200.000. Tanah seluas 107 m2 di kawasan Jakarta Selatan menghilang di LHKPN 2015.

Begitu juga dengan bangunan seluas 81 m2 di Jakarta Selatan.

Namun dalam LHKPN 2015, Zumi Zola tercatat memiliki harta tidak bergerak yang dia dapat di tahun 2014. Yakni tanah dan bangunan seluas 332 m2 dan 260 m2 di Jakarta Selatan dengan nilai Rp 1.029.200.000.(lpt6/r1)