Connect with us

Nasional

BPS Umumkan Kenaikan Harga Gabah dan Beras Tahun 2018

Published

on

Gabah kering panen dan beras medium mengalami kenaikan pada tahun 2018

Jakarta-GeoSiar.com, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto melaporkan kenaikan harga untuk gabah kering panen dan beras medium dalam konferensi pers di Kantor Pusat BPS, Kamis (1/2/2018).

Kenaikan harga ini menurut Suhariyantomulai diterapkan sejak Januari 2018.

Dibandingkan Januari 2017, rata-rata harga pada Januari 2018 di tingkat petani untuk semua kualitas GKP, GKG, gabah kualitas rendah mengalami kenaikan masing-masing 13,90 persen, 8,30 persen, dan 16,50 persen.

Di tingkat penggilingan, rata-rata harga untuk kualitas GKP, GKG, dan gabah kualitas rendah naik masing-masing 13,71 persen, 8,22 persen, dan 15,83 persen.

Sementara itu, pada Januari 2018, rata-rata harga beras kualitas premium di penggilingan sebesar Rp 10.350 per kilogram. Angka ini naik 4,96 persen dibandingkan bulan sebelumnya.

Harga beras rata-rata kualitas medium di penggilingan mencapai Rp 10.177 per kilogram, naik 6,83 persen. Adapun harga rata-rata beras kualitas rendah di penggilingan sebesar Rp 9.793 per kilogram, naik 5,20 persen.

“Dibandingkan dengan Januari 2017, rata-rata harga beras di penggilingan pada Januari 2018 semua kualitas mengalami kenaikan,” jelas Suhariyanto.

Untuk kualitas premium, imbuh Suhariyanto, naik 9,74 persen. Adapun kualitas medium dan rendah naik masing-masing 11,84 persen dan 12,97 persen.

Suhariyanto menjelaskan, dari 1.128 transaksi penjualan gabah di 28 provinsi selama Januari 2018, transaksi gabah kering panen (GKP) 69,59 persen, gabah kualitas rendah 16,05 persen, dan gabah kering giling (GKG) 14,36 persen.

“Harga gabah kering panen di tingkat petani naik 8,42 persen dan harga beras medium di penggilingan naik 6,83 persen,” ujar Suhariyanto.

Menurut Suhariyanto, rata-rata harga GKP di tingkat petani mencapai Rp 5.415 per kilogram dan di tingkat penggililingan Rp 5.508 per kilogram atau naik 8,41 persen.

Rata-rata harga GKG di petani mencapai Rp 6.002 per kilogram atau naik 7,07 persen dan di tingkat penggilingan Rp 6.099 per kilogram atau naik 7,21 persen.

Harga gabah kualitas rendah di tingkat petani mencapai Rp 4.922 per kilogram, naik 8,56 persen. Adapun harga di tingkat penggilingan mencapai Rp 5.011 per kilogram atau naik 8,57 persen. (kps/r1)