Connect with us

Nasional

Sejumlah Ormas Larang Kegiatan Baksos Gereja Santo Paulus di Yogya

Published

on

Kedatangan Ormas menolak acara bakti sosial gereja Katolik Santo Paulus di Bantul, Yogyakarta

Bantul-Geosiar.com, Sejumlah organisasi kemasyarakatan (ormas) membubarkan kegiatan bakti sosial (baksos) Gereja Katolik Santo Paulus Pringgolayan, Banguntapan, Kabupaten Bantul, Yogyakarta, Minggu, (28/1/2018) pagi. Ormas melarang kegiatan baksos dengan alasan kristenisasi dan meminta panitia gereja memindahkan kegiatan itu di gereja.

Mereka yang mendatangi adalah pemuda masjid dan ormas yang mengatasnamakan Islam di antaranya Front Jihad Islam (FJI), Forum Umat Islam (FUI), dan Majelis Mujahidin Indonesia (MMI). Mereka menolak bakti sosial dengan alasan kristenisasi dan meminta panitia gereja memindahkan kegiatan itu di gereja.

Komandan Front Jihad Islam Abdurrahman mengakui laskarnya datang bersama ormas lainnya. Ia menuding bakti sosial itu bagian dari kristenisasi karena kalangan gereja melibatkan umat muslim. Menurut dia, bakti sosial itu menyasar kaum muslim yang lemah secara ekonomi. “Seharusnya kegiatan gereja dilakukan di gereja. Bukan melibatkan kaum muslimin,” kata Abdurrahman ketika dihubungi.

Kedatangan laskar FJI ke tempat yang akan dijadikan sebagai bakti sosial itu atas permintaan sejumlah penduduk yang menolak bakti sosial. Abdurahman menyebutkan satu atau dua penduduk di sana merupakan anggota FJI.

Menurut Agustinus Ariawan, Romo Paroki Gereja Santo Paulus, Pringgolayan Bantul, kegiatan itu rangkaian dari memperingati 32 tahun berdirinya gereja sekaligus peresmian paroki dari paroki administratif menjadi paroki mandiri. Selain baksos, panitia juga menggelar tirakatan, syukuran paseduluran dengan mengundang kalangan muslim. Ada juga ziarah ke sejumlah tokoh.

Agustinus menjelaskan, sedianya kegiatan baksos tersebut menyasar kalangan lintas iman yang multikultural. Kegiatan itu sedianya diisi dengan penjualan 185 paket sembilan bahan pokok (sembako) dengan harga murah dan pemeriksaan kesehatan.

Namun sejumlah pemuda masjid dan organisasi masyarakat mendatangi rencana baksos pada Minggu pagi, 28 Januari 2018. “ Kami menghadapi orang yang berprinsip pokoe sehingga panitia membatalkan bakti sosial,” kata dia. Ormas yang mendatangi tempat untuk baksos menurut dia mempersilakan bakti sosial bila digelar di gereja.

Kapolres Bantul, AKBP Sahat hasibuan membenarkan adanya sekelompok ormas yang mendatangi rencana kegiatan baksos tersebut. Sahat mengatakan ormas tersebut tidak bertindak anarkis ketika mendatangi kegiatan baksos tersebut.

“Kalau anarkis kami hajar. Tidak ada pembubaran. Ormas (FJI) mempersilakan baksos di gereja,” kata AKBP Sahat M. Hasibuan ketika dilansir Tempo, Selasa 30 Januari 2018.

Sahat menyebutkan penolakan baksos itu terjadi karena kurangnya komunikasi dengan masyarakat. Sejumlah masyarakat Pringgolayan yang mayoritas muslim menolak acara baksos itu. Polisi, menurut dia, sudah melakukan tugasnya menjaga keamanan. (Tpo/R2)