Connect with us

Sumut

Menteri Perdagangan Targetkan Wilayah Asia dalam Kerjasama FTA

Published

on

Menteri Perdagangan RI Enggartiasto Lukita

Jakarta-GeoSiar.com, Menteri Perdagangan RI Enggartiasto Lukita mengungkapkan daftar negara baru di wilayah Asia selatan sebagai target utama dalam kerja sama Free Trade Agreement (FTA).

Potensi pasar Asia Selatan, menurut Enggartiasto, belum tergarap oleh Indonesia hingga saat ini.

Padahal di wilayah ini, prospek konsumsi dan pertumbuhan ekonominya cukup tinggi.

“Mengenai Bangladesh, India dan Srilanka itu masuk dalam target FTA selanjutnya. Namun kita juga coba selesaikan perjanjian dengan beberapa negara yang saat ini sedang kita selesaikan,” kata Enggartiasto di Hotel Borobudur, Jakarta, Rabu (31/1/2018).

Rencananya, menurut Enggartiasto, Kemendag akan menargetkan terealisasinya perjanjian AFTA pada 2019 dengan meningkatkan komunikasi yang baik.

Saat ini, setidaknya ada beberapa negara yang proses kerja sama FTA tengah diselesaikan oleh Kemendag, seperti New Zealand, Korea dan Jepang.

Salah satu penyebab kekalahan produk ekspor Indonesia di luar negeri diakibatkan oleh kurangnya kerja sama perdagangan dengan beberapa negara tujuan ekspor meskipun negara sudah bebas bea masuk dalam mengekspor produknya.

“Hampir 10 tahun belakangan kita tidak ada perjanjian dengan negara lain, baru tahun lalu dengan Chile, dan ini yang saat ini kita sedang upayakan, supaya kita bisa bersaing,” tegasnya.

Menurut Enggartiasto, Indonesia masih kalah agresif menjalin kerjasama FTA dibandingkan dengan negara tetangga seperti Vietnam, Thailand dan Malaysia.

Hal inilah yang menjadikan ekonomi negara-negara tersebut terus berkembang dan beranjak maju.

“Karena untuk pertumbuhan ekonomi itu APBN hanya motornya, lokomotifnya ya investasi dan ekspor,” pungkasnya.(lpt6/r1)