Connect with us

Olahraga

Jelang Perempat Final Piala Presiden, PSMS Ragu Gunakan Skema Baru

Published

on

PSMS Medan saat belaga menghadapi Persib di Piala Presiden

Medan-Geosiar.com, Pelatih PSMS Medan Djadjang Nurdjaman mengaku ragu menerapkan skema baru untuk diterapkan di skuat ayam kinantan di pertandingan perempat final Piala Presiden 2018. Hal ini diungkap Djajang Nurdjaman usai bermain imbang tanpa gol melawan Persiraja Banda Aceh di Lapangan Tanjunggading, Kabupaten Batubara, Rabu (31/1/2018).

Dalam laga melawan Persiraja tersebut, Djajang Nurdjaman tersebut memainkan Sadney Ukhob sebagai penyerang sayap kanan berduet dengan Frets Listanto Butuan di kiri. Sedangkan Wilfried Yussoh diplot menjadi striker tunggal.

Djadjang juga menempatkan Alwi Slamet sebagai gelandang serang. Sementara Amarzukih bermain menjadi gelandang bertahan bersama Legimin Raharjo. Pos bek kanan diisi Fredyan Wahyu.

“Saya masih harus pikir lagi. Memang di babak kedua Amarzukih saya kembalikan ke kanan, karena Ucil [sapaan Fredyan Wahyu] belum maksimal,” ungkap Djanur.

“Hasil memang 0-0. Tapi seperti selalu menjadi kebiasaan uji coba hasilnya buruk. Dari evaluasi masih banyak kekurangan yang harus dibenahi, dan kami tidak punya waktu untuk persiapan, karena tanggal 1 Februari paling tidak kami sudah harus berangkat.” ujanrnya.

Pria yang kerap dipanggil Djanur tersebut juga mengkomentari performa pemain asing PSMS, Yussoh. Menurut Djanur, pemain asal Pantai Gading ini masih perlu adaptasi dengan penggawa lainnya. Ia barharap proses adaptasi tak berlangsung lama.

“Pengertian dengan pemain lain itu yang belum dapat. Padahal waktu tinggal sedikit lagi. Tapi saya lihat dia punya kemampuan dan harapan,” ujar pelatih asal Bandung itu.

Pertandingan uji coba ini turut disaksikan ketua umum PSSI yang juga merupakan pembina PSMS, Edy Rahmayadi. Edy optimistis tim Ayam Kinantan akan tetap bermarkas di Stadion Teladan pada musim ini.

“Stadion Teladan nanti tetap akan dipakai PSMS untuk Liga 1. Kan masih ada waktu hingga akhir Februari. Namanya saja penanaman rumput, itu kan tidak serta merta jadi,” ujar Edy. (Goal/R2)