Connect with us

Nasional

Ini Wilayah Tanah Air yang Dapat Menikmati Gerhana Super Blue Blood Moon

Published

on

Gerhana Super Blue Blood Moon

Medan-GeoSiar.com, Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Dwikorita Karnawati menuturkan gerhana Super Blue Blood Moon bisa disaksikan dari wilayah tanah air yang akan terjadi pada Rabu (31/1/2018).

Supermoon adalah fenomena di mana Bulan akan lebih terang 30 persen dan 14 persen lebih besar dari biasanya. Bahkan, penduduk di wilayah Asia akan melihatnya menutupi lintasan bintang Aldebaran sebelum purnama.

Sementara, Blue Moon merupakan fenomena di mana Bulan tampak kebiru-biruan. Peristiwa Blue Moon terakhir terjadi pada Juli 2015 dan yang berikutnya akan berlangsung pada tahun ini. Setelah itu, Blue Moon akan muncul kembali dalam kurun waktu 19 tahun lagi.

Blood Moon sendiri terjadi saat Bumi melewati antara Bulan dan Matahari. Akibatnya, Bulan memiliki warna kemerahan jika dilihat dari Bumi. Sebabnya karena cahaya yang dipantulkan dari Bumi dan Matahari menciptakan warna mirip seperti darah.

Menurut Dwi, masyarakat dapat mengamati puncak Gerhana Bulan Total ini mulai pukul 20:29 WIB; 21:29 WITA; dan 22:29 WIT.

Namun, meskipun demikian, menurut Dwi hanya beberapa wilayah yang bisa menyaksikan fenomena alam ini yakni daerah perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Timur, hingga daerah yang berada di sebelah barat Sumatera, yaitu melintas di Samudera Hindia yang lokasinya ada di barat Sumatera.

Secara lebih terperinci, Dwi mengungkapkan lokasi-lokasi yang bisa menyaksikan Super Blue Blood Moon, di antaranya mulai dari Observatorium Boscha (Lembang), Pulau Seribu, Ancol, Taman Mini Indonesia Indah, Planetarium, Museum Fatahilah, Kampung Betawi, Satu Babakan, serta Bukit Tinggi.

“Selain itu juga dilakukan pengamatan di 21 titik pengamatan hilal. Bahkan, di Makasaar dan Jam Gadang Bukit Tinggi pun terdapat event nonton bersama Super Blue Blood Moon,” ujar Dwi.

NASA juga telah memberikan konfirmasi saat Super Blue Blood Moon berlangsung, di mana Bulan akan berjarak sekitar 223.068 mil dari Bumi. Biasanya, Bulan cuma berjarak 238.855 mil dari Bumi.

Dalam gerhana ini, bulan akan tampak lebih besar jika dilihat dari sini, besarnya bisa mencapai hingga 14 persen.

Selain itu, Bulan juga akan tampak lebih terang 30 persen dari biasanya dan memendarkan warna merah bercampur biru sehingga Blue Blood Moon tampil cantik dan menakjubkan. (lpt6/r1)

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Nasional

Demonstran Desak Bawaslu Nyatakan Pemilu 2019 Curang

Published

on

Aksi Tolak Pemilu Curang di depan Gedung Bawaslu (Kumparan)

Geosiar.com, Jakarta – Kumpulan demonstran yang mengaku berasal dari beberapa elemen mengadakan aksi di depan gedung Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) RI. Aksi tersebut dilakukan agar Bawaslu menyatakan pemilu serentak 2019 sebagai pemilu curang.

“Menurut kami, pemilu ini sudah curang. Kalau kecurangan cuma 1 sampai 2 TPS, kalau ini pemilu curang. Jadi dimulai dari perencanaan, pelaksanaan, sampai pasca,” ungkap koordinator aksi, Jumhur Hidayat, di depan Gedung Bawaslu RI, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Rabu (24/4/2019).

Jumhur mengatakan, gerombolan masyarakat yang datang bersamanya telah membawa sejumlah barang bukti kecurangan pemilu. Ia bahkan menyebut jumlahnya terlalu banyak. Aksi ini merupakan bentuk permintaan audiensi kepada Bawaslu, untuk menyelesaikan masalah ini bersama.

Jumhur mengaku bahwa aksi ini murni berasal dari masyarakat. Mereka mengaku bukan mewakili pihak Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi ataupun Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf Amin. Walaupun begitu nampak beberapa simpatisan yang mengenakan kaus beratribut Prabowo-Sandi dalam aksi tersebut.

“Saya enggak ada urusan BPN, ini gabungan rakyat, kita undang men of honours, atau person of honours pendukung 01-02 yang merasa terhormat dan berjuang untuk demokrasi, bersama-sama, kita melawan,” jelas Jumhur.

Dalam aksi tersebut, hadir pula eks ketua Presidium Alumni 212 yang dikenal akrab dengan Prabowo, yaitu ustaz Ansufri Sambo, dan beberapa alumni UI yang mengenakan jaket kampus warna kuning.

Aksi ini dimulai sekitar pukul 11.00 WIB, yang seharusnya pukul 10.00 WIB, namun hujan sempat mengguyur.

Continue Reading

Nasional

Pemilu Serentak Banyak Makan Korban, JK Angkat Bicara

Published

on

Wakil Presiden Jusuf Kalla

Geosiar.com, Jakarta – Pemilu serentak 2019 membuahkan tangisan. Petugas yang meninggal dunia akibat kelelahan selama mengawal pemilu terus bertambah di berbagai daerah. Hingga saat ini, jumlah yang meninggal sudah mencapai 139 petugas. Terdiri atas petugas KPPS, Panitia pengawas pemilu dan anggota kepolisian.

Salah satu contoh di Provinsi Sulawesi Utara. Sebanyak lima petugas KPPS meninggal dunia pascapemilu. Yanti Sandala, petugas KPPS di Desa Kawangkoan Baru, Kecamatan Kalawat, Minahasa Utara, Sulawesi Utara meninggal saat bertugas lebih dari 24 jam.

Menurut informasi, sejak Rabu hingga Kamis pagi, Yanti sudah mengeluh pusing. Akan tetapii dirinya tetap bekerja untuk menyelesaikan tanggung jawabnya. Pembuluh darah Yanti pecah hingga nyawanya tidak dapat tertolong.

Atas peristiwa ini, Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) angkat bicara mengenai banyaknya korban akibat pemilu serentak ini. JK menilai penyelenggaraan pemilihan umum secara serentak 2019, sangat perlu ditinjau ulang.

JK berpesan agar Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) kembali meninjau ulang UU Pemilu itu dan merevisinya. Dirinya yakin jika itu dilakukan tak akan ada korban jiwa dari petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) karena kelelahan. “DPR harus memutuskan.”

Wakil Presiden Jusuf Kalla berharap supaya pemilu mendatang tidak lagi dilakukan serentak. Tetapi alangkah baiknya dilakukan secara terpisah antara pileg dengan pilpres, sehingga beban panitia juga tidak terlalu berat.

Continue Reading

BMKG

Gempa Magnitudo 5,2 Guncang Pulau Morotai Maluku Utara

Published

on

Ilustrasi Gempa Bumi

Geosiar.com, Maluku – Desa Daruba, Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara (Malut) dilanda gempa bumi bermagnitudo 5,2.

Berdasarkan informasi yang didapat dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) dalam situs resminya mengatakan bahwa gempa tersebut tidak berpotensi menimbulkan gelombang tsunami.

“Tidak berpotensi tsunami,” tulis BMKG, Rabu (24/4/2019).

Gempa terjadi pada pukul 09.17 WIB. Gempa berada di 31 km arah barat lau Daruba, Malut dengan koordinat 2.29 LU – 128.15 BT. Kedalaman gempa 100 km.

Belum ditemukan laporan lebih lanjut tentang dampak gempa. Belum diketahui juga ada atau tidaknya korban akibat gempa ini.

Continue Reading
Advertisement
Advertisement

Trending

Alamat Redaksi : Jl. Mataram No. 21 Gedung Catolic Center Lt 2 Medan – Sumatera Utara, Telp. +626180514970 Email : geosiar.com@gmail.com Copyright © 2017-2018 Geosiar.Com