Connect with us

Dunia

Kapal Selam Hilang, Pemerintah Argentina Sewa Paranormal

Published

on

Kapal ARA San Juan sebelum hilang

Baunos Aires-Geosiar.com, Pemerintah Argentina masih terus berusaha mencari kapal selam ARA San Juan yang hilang sejak 15 November 2017 lalu. Pencarian tak hanya melibatkan melibatkan kapal canggih maupun kapal selam nirawak. Pemerintah Argentina juga mulai mengantung harapannya kepada dunia supranatural.

Dilansir Daily Mirror Senin (29/1/2018), Pemerintah Argentina telah menyewa seorang paranormal bernama Marisel yang berasal dari Buenos Aires. Paranormal tersebut bahkan telah datang ke pelabuhan militer Mar del Plata, dan berbicara dengan keluarga ke-44 kru kapal selam ARA San Juan.

Marisel menyatakan, dia percaya kapal selam tersebut berada di kedalaman 250 meter di sebelah utara dari zona pencarian pertama. Kondisi kapal mengalami kerusakan parah ketika tengah berada dalam perjalanan menuju Mar del Plata.

“Namun, kondisinya masih utuh,” kata Marisel tanpa menyebutkan metode apa yang dia gunakan untuk mencari kapal selam kelas TR-1700 tersebut.

pihak angkatan laut juga mengantar praktisi supranatural perempuan tersebut ke daerah yang dipercaya lokasi asli tenggelamnya San Juan dengan menggunakan kapal ARA Robinson.

Keluarga korban menerima kedatangan paranormal tersebut. Kedatangannya langsung membuncahkan harapan baru dari misteri keberadaan kapal selam tersebut.

Claudio Rodriguez, saudara dari kru bernama Hernan Rodriguez berujar, Marisel datang di saat angkatan laut dianggap tidak becus dalam menggelar pencarian. “Dia adalah perempuan yang sederhana namun ramah. Kami menerima kehadirannya,” ujar Rodriguez.

“Kami percaya padanya. Dia diberkati dengan kekuatan untuk mengetahui sesuatu sejak dia kecil,” kata Yolanda Mendiola, ibu dari kru bernama Leandro Cisneros.

Sebelumnya, ARA San Juan, kapal selam buatan Jerman yang mulai aktif dalam misi sejak 19 November 1985 dilaporkan hilang di selatan Samudera Atlantik dengan membawa 44 kru.

Argentina mengumumkan ARA San Juan hilang pada Jumat (17/11/2017), setelah transmisi terjadwal terakhir terjadi pada Rabu (15/11/2017).

Kapal tersebut berada dalam penyelaman 10 hari dari pelabuhan selatan di Argentina, Pelabuhan Ushuaia, menuju pangkalan angkatan laut di Mar del Palta, 400 km dari selatan Buenos Aires.

Beberapa negara seperti Amerika Serikat dan Rusia menawarkan bantuan untuk ikut membantu pencarian. Namun, tidak adanya perkembangan membuat Kementerian Pertahanan memecat Kepala Angkatan Laut, Marcelo Eduardo Hipolito Srur. (Kps/R2)