Connect with us

Dunia

Presiden Jokowi Tetap Ke Afghanistan Meski Ada Teror Bom

Published

on

Presiden Joko Widodo dan Ibu Iriana Joko Widodo dan rombongan meninggalkan Dhaka Bangladesh untuk melanjutkan kunjungan ke Afghanistan

Jakarta-Geosiar.com, Presiden Joko Widodo (Jokowi) bersama Ibu Iriana Joko Widodo dan rombongan tetap melakukan kunjungan kenegaraan ke Afghanistan meski sempat terjadi teror bom di Kabul, Sabtu pekan lalu.

Seperti diketahui, militan Taliban meledakkan diri di dekat gedung Kementerian Dalam Negeri Afganistan, Sabtu, 20 Januari 2018. Peristiwa tersebut menyebabkan lebih dari seratus orang tewas dan 120 lain mengalami luka-luka.

Menurut Menteri Sekretaris Negara Pratikno, teror bom yang terjadi tidak menyurutkan niat Presiden Jokowi untuk berkunjung ke Afghanistan. “Ini bagian upaya solidaritas di dunia Internasional apalagi sebagai sesama muslim,” katanya di Gedung Utama Sekretariat Negara, Jakarta, Senin, 29 Januari 2018.

Menurut rilis dari Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden Bey Machmudin, presiden dan rombongan bertolak dari Bangladesh menuju Afghanistan pukul 10.20 WIB.

Dalam kunjungan tersebut, Presiden Jokowi bersama Ibu Iriana akan berkunjung ke Istana Presiden Arg. Di sana Presiden Jokowi disambut Presiden Ashraf Ghani. Selanjutnya Presiden akan mengikuti serangkaian kegiatan kenegaraan, yaitu Tete-a-Tete, pertemuan bilateral dan memberikan pernyataan pers bersama.

Presiden juga dijadwalkan akan bertemu dengan High Peace Council (HPC) Afghanistan di Istana Haram Sarai (Wisma Negara). Setelahnya presiden akan mengikuti jamuan santap siang bersama di Istana Presiden Arg.

Barulah pada sore hari, Presiden Jokowi akan mengunjungi Istana Darul Aman yang menjadi agenda penutup kunjungan Presiden di Afghanistan.

“Dari Bandara Internasional Hamid Karzai, Afghanistan, Presiden Jokowi dan Ibu Negara beserta rombongan akan kembali ke tanah air,” kata Bey.

Turut mendampingi Presiden dan Ibu Negara Iriana dalam kunjungan ke Afghanistan itu antara lain Menko Perekonomian Darmin Nasution, Menlu Retno Marsudi, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, dan Koordinator Staf Khusus Presiden Teten Masduki. (Tpo/R2)