Connect with us

Sumut

PKL Pasar Pringgan Geruduk Kantor Pemko Medan

Published

on

Situasi Pasar Pringgan Medan pasca penertiban PKL oleh Satpol PP Kota Medan

Medan-Geosiar.com, Sejumlah pedagang kaki lima (PKL) Pasr Pringgan yang digusur Satpol PP Kota Medan pekan lalu melakukan aksi protes di depan Kantor Walikotadan DPRD Medan, Senin (29/1/2018). Sekitar pukul 09.20 WIB para pedagang telah berkumpul di depan kantor walikota sembari menyampaikan orasinya.

Pemerintah Kota (Pemko) diminta menyiapkan tempat yang layak bagi pedagang kaki lima (PKL) di kawasan Pasar Pringgan. “Kami manusia, butuh makan,” kata Ferry Barus, salah seorang pedagang.

Para pedagang menegaskan, dengan adanya penggusuran tempo lalu, mereka kini kesulitan mendapat lokasi jualan yang layak. Bahkan ada beberapa dari mereka yang kini tak lagi berjualan. Padahal, sumber mencari nafkah mereka dari berjualan.

Adapun solusi yang ditawarkan Pemko melalui PD Pasar tak diterima mereka. Beberapa hari lalu pedagang diarahkan untuk menempati lokasi berjualan di kawasan pasar. “Tapi lapaknya tidak layak. Sempit dan jorok,” katanya.

Diketahui, Pemko Medan melalui Satpol PP Kota Medan melakukan penertibanan PKL di Jalan DI Panjaitan kawasan Pasar Pringgan Rabu (24/1) dini hari. Aksi penertiban tersebut dilakukan mulai tengah malam hingga menjelang subuh. Sedikitnya 128 pedagang kehilangan lapak akibat penertiban itu.

Saat itu Pemko Medan meminta para pedagang agar pindah kedalam gedung Pasar Pringgan. Namun Pedagang menolak dengan beberapa alasan, diantaranya kurangnya ventilasi di lokasi bagian bawah atau baseman. Sedangkan pembuangan air juga masih masalah di lantai I dan bagian bawah.

Selain itu, pedagang menilai lapak (stan) yang diberikan berukuran sangat kecil. Ditambah lokasi yang jorok dan pengap, para pedagang enggan menjajakan jualannya di dalam pasar.

Hingga saat ini, peserta aksi demo masih bertahan menyampaikan orasinya di depan kantor walikota. Nantinya pedagang juga akan menyampaikan orasinya di depan kantor DPRD Kota Medan. (Mbd/R2)