Connect with us

Nasional

Lapas Tanjung Gusta Terima 58 Napi Pendukung Dalang Kerusuhan di Lapas Aceh

Published

on

Pemindahan 58 narapidana asal Lapas Lambaro Aceh ke Lapas Tanjung Gusta Medan

Medan-Geosiar.com, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IA-Tanjung Gusta menerima 58 narapidana (napi) asal Lapas Kelas IIA-Lambaro, Banda Aceh. Pemindahan napi ini disebut-sebut sebagai buntut kerusuhan di lapas tersebut beberapa waktu lalu.

Para napi tersebut dipindahkan secara diam-diam oleh aparat kepolisian pada Jumat 26 Januari 2018 dengan menumpangi tiga mobil tahanan milik Polresta Banda Aceh dan satu mobil tahanan Polres Pidie. Puluhan napi itu tiba di Lapas Tanjung Gusta Medan di hari yang sama, sekira pukul 16.30 WIB.‎

Humas Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Sumatera Utara Josua Ginting mengatakan pihaknya telah menerima napi asal Aceh tersebut. “Ya benar ada 58 warga binaan dipindah dari Aceh ke Lapas Medan,” ungkapnya, Senin (29/1/2018) siang.

Josua tak menyangkal bila ke 58 napi yang dipindahkan ke Medan akibat dari kerusahan di Lapas Lambaro. Namun, dijelaskannya bukan hal tersebut yang menjadi alasan Kemenkuham Sumut menerima pemindahan puluhan napi ini.

“Kalau soal kerusahan itu, memang benar. Tapi, kita bukan melihat dari situ. Kalau ada pemindahan dari Kantor Wilayah Kemenkuham Aceh, untuk pemindahan warga binaan, ya harus kita terimalah,” jelasnya.

Pemindahan napi merupakan arahan Direktorat ‎Jenderal Pemasyarakat (Dirjen Pas) Kemenkuham RI. “Untuk pemindahan itu sesuai dengan perintah dan petunjuk dari Dirjen Pas Kemenkuham Pusat,” tegasnya.

Dirinya melanjutkan, seluruh napi yang dipindah tengah menjalani hukuman dengan masa tahanan realitif. ‎Ia menjelaskan, ada tahanan menjalani hukuman seumur hidup dan ada juga sisa masa tahanannya 6 bulan lagi.

“Untuk saat ini mereka belum digabungkan dengan warga binaan lain, masih dilakukan adaptasi terlebih dahulu, baru bisa berbaur dengan warga binaan yang lain,” terangnya.

Sperti diketahui, 58 napi tersbut merupakan pendukung Gunawan, dalang kerusuhan di Lapas Lambaro Aceh pada 4 Januari 2018. Mereka merupakan napi yang terlibat kasus narkoba dengan masa tahanan berbeda.

Kemudian, 16 napi lainnya masih ditahan kepolisian, termasuk tiga pelaku utama yakni Gunawan, Bahtiar, dan Muhammad. ‎Saat ini situasi di Lapas Lambaro sudah aman kondusif, bahkan sejumlah ruangan yang dirusak dan dibakar telah diperbaiki. (Oke/R2)