Connect with us

Olahraga

Stadion Teladan Terancam Gagal Jadi Homebase PSMS

Published

on

Verifikasi Stadion Teladan Medan oleh PT. LIB

Medan-Geosiar.com, PSMS Medan yang telah berhasil promosi ke Liga 1 pada musim 2018, terancam tak bisa merumput di Stadion Teladan. Hal ini setelah Tim verifikasi PT Liga Indonesia Baru (LIB) melakukan pengecekan terhadap Stadion Teladan. Tim verifikasi, Jumat (26/1) sore hingga malam melakukan sejumlah pemeriksaan di beberapa sudut stadion. Hasilnya, masih banyak kekurangan yang perlu diperbaiki segera agar Ayam Kinantan dapat berlaga di Stadion Teladan.

Dua verifikator PT LIB, Surya Binanga dan Zumi Zoftan, mengawali pemeriksaan di lapangan, dan selanjutnya memasuki setiap ruangan, seperti mixed zone, ruang ganti, ruang doping, toilet pemain, penonton, dan lain-lain, termasuk mengukur bagian technical area.

“Masih banyak yang sedang direnovasi, sedang ditambahkan. Sepatu saya masih masuk ke dalam saat menginjak rumput lapangan. Artinya masih pasir belum tanah. [Lantai] Ruang ganti juga masih lengket, masih belum siap. Technical area masih pasir semua,” beber Surya.

“Selain aspek pemain, kami juga nilai aspek penonton. Baik atau tidak kenyamanan untuk penonton, kamar mandi dan lainnya. Kami juga bicarakan dengan PSMS tentang P3K. Dari aspek security yang dekat dengan suporter harus ada, entah dari dokter atau PMI itu kebijakan manajemen. Tapi keselamatan pemain dan penonton yang jadi satu kesatuan jadi perhatian PT LIB.”

Tim Verifikasi juga meneyoroti keadaan lampu penerangan bila stadion digunakan malam hari. Tim verifikator harus menunggu lama, karena hidup secara bertahap, sehingga verifikasi dilakukan hingga malam hari.

“Sebenarnya fasilitas di Teladan itu setelah saya mutar dari Teladan ke arah Barat itu sudah baik. Sejak dari pintu masuk. Seperti ada beberapa tambahan toliet, tapi masih harus ada penambahan urinal karena masih ada toilet jongkok. Kami sarankan untuk WC duduk,” paparnya.

“Lampu juga minimal standar 800 luks. Kalau ditanya berapa persen, kami sih belum bisa mengukur karena memang masih banyak kekurangan. Selain itu sebaiknya stadion itu single seater, meskipun tidak wajib. Kalau di area VIP itu harus lima persen.”

Surya juga menjelaskan, usai melakukan verifikasi seluruh hasil laporan akan diberikan ke manajemen PT LIB. Nantinya, akan ditindaklanjuti dari manajemen PT LIB.

“Nanti hasilnya kami laporkan ke manajemen. Mereka akan memberi tenggat waktu. Bisa atau tidaknya stadion ini dipakai, keputusan dari manajemen. Ketika kami ke sini masih banyak yang ingin diganti. Kami akan update terus komunikasi dengan manajemen PSMS. Kami harus dorong hingga akhir Februari sudah harus siap semua.” ujarnya. (Dtk/R2)