Connect with us

Sumut

LP Tanjung Gusta Tampung Napi Pelaku Kerusuhan LP Banda Aceh

Published

on

Situasi pasca kerusuhan napi di LP Banda Aceh

Banda Aceh-Geosiar.com, Sebanyak 58 narapidana (Napi) narkoba yang terlibat kerusuhan di Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Kelas II A, Banda Aceh, Kamis, 4 Januari 2017, kemarin Jumat (26/1) dini hari dipindahkan ke Lapas Kelas I A, Tanjung Gusta, Medan, Sumatera Utara (Sumut).

Pemindahan napi ke LP Tanjung Gusta menggunakan empat mobil tahanan serta dikawal ketat sejumlah mobil yang membawa puluhan Brimob Polda Aceh serta Polresta Banda Aceh. Proses pemindahan berjalan lancar.

Kepala Divisi Pemasyarakatan Kantor Wilayah Kementrian Hukum dan HAM (Kanwil Kemenkumham) Aceh, Edi Hardoyo mengatakan, pemindahan narapidana itu dilakukan secara sembunyi-sembunyi demi keamanan, Bahkan, kata dia, keluarga napi tidak mengetahui pemindahan itu.

Napi yang dipindahkan merupakan napi yang ikut serta mendukung Gunawan, aktor kerusuhan di lapas tersebut pada 4 Januari 2018 lalu. Mereka merupakan napi yang terlibat narkoba dengan masa tahanan yang berbeda-beda.

“Mereka yang dipindahkan ini pengikutnya Gunawan untuk melakukan aksi kerusuhan di lapas. Jadi mereka kami pindahkan, pihak keluarga pun tidak tahu akan pemindahan ini. Jadi kami pindahkan secara diam-diam,” kata Edi saat di konfirmasi wartawan, Sabtu, 27 Januari 2018.

Edi mengatakan, pihaknya akan memberitahu keluarga napi bila telah sampai di LP Tanjung Gusta. Kemudian, 16 narapidana lainnya masih ditahan kepolisian, termasuk tiga pelaku utama yakni, Gunawan, Bahtiar dan Muhammad.

Selama ini, kata Edi, Lapas Klas II A Banda Aceh berusaha membenahi penghuni lapas yang banyak melakukan pelanggaran. Sehingga petugas kewalahan menertibkan mereka. “Mereka sering keluar masuk. Petugas sipir tidak mampu lagi untuk mencegahnya. Kejadian ini sudah berlangsung lama,” ujarnya.

Ia juga menyebutkan, kerusuhan di Lapas Lambaro Banda Aceh disebabkan adanya oknum napi yang tidak senang atas pemindahan mereka. Benturan itu terjadi akibat petugas memperketat aturan, sehingga kepentingan napi terhambat, jadi mereka merasa tidak nyaman dengan aturan yang dibuat.

Saat ini situasi Lapas Lambaro Banda Aceh mulai kondusif pasca kerusuhan. Sejumlah ruangan yang dirusak dan dibakar sudah diperbaiki. Meski begitu pihaknya untuk sementara waktu tidak melakukan redistribusi napi ke Lapas Lambaro. (Viva/R2)