Connect with us

Sumut

Rumah Sakit USU Sediakan Alat Khusus Pendeteksi Kanker dan Tumor

Published

on

Rumah Sakit USU Sediakan Alat Khusus Pendeteksi Kanker dan Tumor pada Rabu (17/1/2018)

Medan-GeoSiar.com, Ahli Radiologi Rumah Sakit Universitas Sumatera Utara (RS USU) Prof. Abdul Rasyid, mengungkapkan alat yang telah disediakan RS USU untuk mendeteksi penyakit seperti kanker dan tumor di Medan, Rabu (17/1/2018).

Menurut Abdul, mamografi merupakan alat khususnya untuk tipe khusus dari pencitraan yang menggunakan mesin rontgen dosis rendah untuk memeriksa payudara, menunjukkan jaringan, kelenjar, lemak dan pembuluh darah di bawah kulit payudara.

“Keberadaannya sangat dibutuhkan mengingat ancaman terbesar saat ini adalah kanker payudara. Menduduki peringkat 2 terbanyak yang diderita para wanita karena dugaan faktor genetika,” tutur Abdul.

Selain payudara, menurut Abdul, kanker serviks merupakan penyakit nomor satu di Indonesia yang melanda dengan tingkatan pasien terbesar.

“Sedangkan pembunuh nomor satu di dunia itu adalah kanker serviks. Indonesia menjadi negara nomor satu di dunia yang paling banyak warganya terkena kanker serviks,” ujarnya.

Meskipun demikian, menurut Abdul, masih dapat dilakukan upaya untuk mengantisipasi adanya kanker payudara pada wanita secara pribadi.

Pemeriksaan bertujuan untuk mendeteksi kemungkinan kanker payudara dan dilakukan upaya pencegahan.

Meskipun kanker masih dalam kondisi baik, mammogram dapat mendeteksi perubahan kecil pada payudara yang mungkin tak disadari.

“Deteksi dini dan pengobatan kanker tersebut menawarkan kesempatan terbaik untuk penyembuhan. Karena, sekitar 1 diantara dari 17 wanita akan beresiko terkena kanker payudara pada masa hidupnya,” terangnya.

Prof Abdul menyarankan wanita untuk melakukan mammogram jika melihat adanya perubahan pada payudara untuk manusia yang berusia 35 tahun ke atas.

“Selama bertahun-tahun mammogram telah digunakan untuk membantu dokter dalam diagnosis masalah payudara,” imbuhnya.

Wanita dengan riwayat keluarga kanker payudara harus menyadari, hal ini meningkatkan risiko bagi mereka sendiri dan pemeriksaan payudara sangatlah penting.

“Wanita bisa melakukannya sendiri di rumah dengan merabanya. Tapi begitu ada benjolan periksalah ke dokter,” pungkasnya.(als/r1)