Connect with us

Nasional

Rincian Harta Milik Ketua DPR Pengganti Setya Novanto

Published

on

Anggota Fraksi Partai Golkar Bambang Soesatyo resmi menjabat sebagai Ketua DPR RI pada Senin (15/1/2018)

Jakarta-GeoSiar.com, Anggota Fraksi Partai Golkar Bambang Soesatyo resmi menjabat sebagai Ketua DPR RI menggantikan Setya Novanto pada Senin (15/1/2018).

Bambang menggantikan mantan ketua DPR yang sebelumnya terjerat kasus mega korupsi proyek e-KTP.

Berdasarkan pengalamannya di bidang politik, Bambang Soesatyo tercatat cukup mahir. Tak hanya berkiprah di dunia politik, Bambang tercatat pernah beberapa kali menjadi direksi dan pimpinan di beberapa perusahaan ternama.

Menurut data Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara ( LHKPN) yang dilaporkan kepada Komisi Pemberantasan Korupsi, Bambang tercatat terakhir kali menyerahkan LHKPN pada Maret 2016.

Saat itu, Bambang yang merupakan anggota DPR periode 2014-2019 memiliki jumlah harta lebih dari Rp 62 miliar.
Berdasarkan situs acch. kpk.go.id, tampak harta kekayaan Soesatyo pada 2016 senilai Rp38,7 miliar untuk harta yang tak bergerak. Tanah dan bangunan itu berada di Jakarta, Bogor, dan Banjarnegara.

Kemudian, Bambang memiliki harta bergerak berupa kendaraan senilai Rp 18 miliar yang terdiri dari satu unit motor Harley Davidson, dan sejumlah mobil mewah merek Hummer, Toyota Vellfire, dan Land Rover.

Tak hanya itu, sederetan mobil merek Ferarri, Jeep Rubicon, Bentley dan Rolls Royce juga berjejer di garasi rumah pribadinya.

Harta bergerak lainnya yang dimiliki Soesatyo senilai Rp 988 juta berupa logam mulia, batu mulia, barang-barang seni dan antik yang diperoleh dari hasil sendiri.

Bambang juga memiliki surat-surat berharga senilai Rp120 juta. Kemudian, giro dan setara kas senilai Rp4,1 miliar. Selain total harta lebih dari Rp 62 miliar, Bambang juga memiliki uang 211.026 dollar AS.

Soesatyo, perdana berkantor di Gedung Parlemen usai dilantik dalam Sidang Paripurna, kemarin.

Bambang alias Bamsoet tiba di Gedung DPR RI, sekitar pukul 14.13 WIB (Selasa, 16/1/2018).

Ketua baru DPR ini kini tengah menjalani perannya untuk mengampuh kebijakan sebagai wakil rakyat. (kps/r1)