Connect with us

Sumut

Hendrik Sitompul Pimpin Rapat Perdana GPEI Sumut

Published

on

Ketua DPD GPEI Sumut Hendrik Sitompul (Biru) Memimpin Rapat Kordinasi Pelaku Usaha Ekspor Perdana, Senin (15/1/2018)

Medan-GeoSiar.com, Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia (GPEI) Provinsi Sumatera Utara (Sumut) Hendrik Halomoan Sitompul memimpin rapat perdana 2018 di kantor GAPKINDO Medan, Senin (15/1/2018).

Dalam rapat turut hadil perwakilan Bea dan Cukai Aan Sudari dan Feri Alamsyah, mewakili Balai Karantina Tomy dan Parlin, Pelindo Arif, Charles Sirait, Soraya, Alex, Otoritas Pelabuhan Belawan, Jece Julita Piri.

Sejumlah asosiasi pelaku usaha ekspor di sumut seperti GAPKINDO, APINDO, AEKI, ASKINDO, GPEI, DEPALINDO juga memenuhi undangan rapat yang berlangsung kondusif.

Pada rapat perdana ini GPEI fokus membahas keluhan-keluhan pelaku usaha di Sumut.

Kepada para pelaku usaha serta stakeholder, Hendrik yang merupakan anggota Komisi C DPRD Medan menegaskan kekonsistenannya untuk tetap melindungi pengusaha dan mempermudah proses pengembangan perdagangan ekspor.

“Dalam rapat ini kita layak berbagi dan sharing untuk mencari solusi. Apa yang dirasakan pelaku usaha terkait kebijakan di Pelabuhan mari kita diskusikan,” tukas Hendrik.

Melalui diskusi, beberapa pelaku usaha memaparkan keluhan terkait rumitnya urusan birokrasi yang kerap kali memperlambat proses ekspor.

Seperti gate in dan gate out. Para pengusaha juga mengeluhkan masalah biaya yang selalu di kenakan pada saat mengurus stempel basah ke admin IT.

“Kita harapkan semua birokrasi itu dapat dipangkas. Sehingga dwelling time dapat diminimalisir dan memanjakan pelaku eksportir,” tuturnya.

Tak hanya mengeluhkan biaya, pengusaha juga mengeluhkan proses pemeriksaan dokumen barang untuk bahan ekspor yang memakan waktu cukup lama.

Proses pemeriksaan barang yang lama diketahui karena minimnya personel Bea Cukai yang bertugas.

Menjawab persoalan yang disampaikan Hendrik, Kepala Otoritas Pelabuhan Belawan, Jece Julita Piri menyampaikan, pihaknya akan terus berupaya melakukan penekanan dwelling time.

“Percepatan dwelling time merupakan tugas prioritas kami. Sehingga dapat mendukung meminimalisir biaya pelabuhan,” terang Jece.

Ditambahkan Jece, ke depan Otoritas Pelabuhan Belawan berharap agar rapat kordinasi bersama asosiasi gabungan pengusaha serta stakeholder dapat berkelanjutan. Sehingga segala persoalan di Pelabuhan dapat diatasi dan segala sistem dapat berjalan dengan baik.(trb/r1)