Connect with us

Nasional

Jokowi Buka Muktamar XII di Pekalongan

Published

on

Presiden Joko Widodo salam peserta Muktamar XII Jam'iyyah Ahlith Thariqah Al Mu'tabarah An Nahdliyyah (Jatman) di alun-alun Kajen Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah pada Senin (15/1/2018).

Pekalongan-GeoSiar.com, Presiden Joko Widodo atau Jokowi membuka Muktamar XII Jam’iyyah Ahlith Thariqah Al Mu’tabarah An Nahdliyyah (Jatman) di alun-alun Kajen Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah pada Senin (15/1/2018).

Belasan ribu jemaah Jamiyyah Ahlith Thoriqoh dari seluruh pelosok Tanah Air dan luar negeri menyambut kedatangan Presiden beserta rombongan.

Kedatangan rombongan Presiden Jokowi di Kota Santri menggunakan tiga helikopter dan mendarat di alun-alun kajen sekitar pukul 09.00 WIB.

Didampingi sejumlah pejabat negara seperti, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan Kapolda Jateng Irjen Pol Condro Kirono, Presiden memberikan senyuman hangat kepada seluruh peserta yang hadir.

Jokowi terlihat mengenakan sarung coklat muda, berjas dan berpeci hitam.

“Asalamulaikum warahmatullahi wabarakatuh,” ucap Presiden sembari memberikan salam kepada ribuan jemaah.

Sontak saja kedatangan Presiden Jokowi di tengah-tengah ribuan jemaah membuat seluruhnya berdesak-desakan ingin bersalaman dengan orang nomor satu Indonesia tersebut.

Sejumlah pasukan pengamanan presiden (Paspampres) sempat kewalahan dalam mengamankan lokasi.

Bupati Pekalongan Asip Kholbihi mengucapkan selamat datang kepada Presiden dan rombongan serta kepada seluruh jajaran Jatman di bawah pimpinan Rois Aam Maulana Habib Luthfi yang hadir dalam rangka rangkaian Muktamar XII Jatman.

Dalam kesempatan ini, Presiden Jokowi juga akan membagikan program nasional yaitu Kartu Indonesia Pintar (KIP) dan Program Keluarga Harapan (PKH) bagi keluarga kurang mampu di Kabupaten Pekalongan lebih kurang 1.000 penerima.

“Ini adalah barokah bagi kita sebagai tuan rumah pembukaan acara Muktamar XII Jatman,” tutur Asip.

Tak hanya itu, Asip juga mengatakan sangat bersyukur atas kehadiran ribuan habaib, para ulama dan para pejabat dari seluruh Indonesia yang dapat menambah keberkahan bagi masyarakat Pekalongan. (Lpt6/r1)