Connect with us

Sumut

Tinggalkan Pengungsian, Korban Sinabung Huni Huntara

Published

on

Wakil Gubernur Sumut, Dr Hj Nurhajizah Marpaung memberikan bantuan kepada korban Gunung Sinabung

Karo-GeoSiar.com, Wakil Gubernur Sumut, Dr Hj Nurhajizah Marpaung, mengungkapkan hingga saat ini tak ada warga korban erupsi Gunung Sinabung yang berada di lokasi pengungsian.

Selurh warga yang sebelumnya mengungsi telah di relokasi ke huntara sebelum pindah ke hunian tetap (huntap) yang tengah dipersiapkan oleh pemerintah.

“Kalau ada sesuatu menimpa kita, bagaimanapun kita harus tetap kompak dan kerjasama. Apalagi ini (erupsi) sudah cukup lama berlangsung, makanya kita harus sabar dan bersyukur, dalam kondisi apapun,” tutur Nurhajizah.

Wagubsu juga mengajak masyarakat yang tinggal disekitaran gunung Sinabung untuk tetap bersyukur dan tidak perlu marah kepada siapapun, terutama kepada Yang Maha Kuasa atas bencana alam yang menimpa mereka.

Menurutnya, meskpiun masyarakat yang bermukim di daerah Sinabung sempat kehilangan tempat tinggal dan matapencaharian, namun ada hikmah kebaikan dibalik itu.

Nurhajizah juga mengingatkan masyarakat untuk sementara ini tidak berada di zona merah mengingat aktivitas Gunung Sinabung.

“Kami juga ingatkan kepada warga, jangan ada yang coba mendekati dan melewati zona merah. Meskipun kami tahu, sebagian besar disini adalah petani,” tuturnya.

Ratusan KK sudah diterima oleh pemerintah untuk dijadikan patokan membagikan masyarakat untuk menempati huntara yang berada di Desa Ndokum Siroga 1, 2 dan 3.

Sejak dua hari lalu, Rabu (10/1/2018) masyarakat sudah mulai membersihkan lokasi hunian dan memindahkan barang-barang rumah tangga.

Secara terpisah Bupati Karo, Terkelin Brahmana mengatakan, Huntara bukanlah hunian yang sempurna.

Maka pihaknya berharap masyarakat yang tinggal di lokasi bisa memaklumi keterbatasan yang ada di tenpa tersebut. Sedangkan soal kekurangan yang mungkin masih menjadi kendala bagi warga, akan diperbaiki segera.

“Kepada Kepala Desa dan Camat, mohon diperhatikan kebutuhan primer warga seperti lampu penerangan. Semua yang terkait, kita minta agar peka terhadap kondisi yang ada. Karena itu juga kami berterimakasih kepada pemerintah pusat dan provinsi,” sebut Terkelin.

Sementara itu, Dandim 02/05 Tanah Karo Letkol Taufik Rizal menyebutkan, bahwa masyarakat yang menghuni huntara tidak akan dibiarkan menderita sampai huntap selesai untuk ditempati.

Menurut Taufik, proses relokasi yang terus berjalan, pemerintah hadir untuk warga, baik pusat, provinsi dan Kabupaten Karo.

“Sebagaimana disampaikan Pak Bupati, kalau ada persoalan kecil kita selesaikan, kita tuntaskan. Persoalan yang besar mari kita rembukkan dan koordinasi. Karena di sini ada pemerintah, Kodim dan Polres. Apalagi sudah 7 tahun ini terjadi, karena itu kita harus berterima kasih atas perhatian pemerintah ini,” pungkasnya. (Smtol/r1)