Connect with us

Kriminal

Pembunuh Sekeluarga Diringkus Polda Sumut di Kualanamu

Published

on

Tersangka pembunuhan saat diringkus Polisi di Bandara Kuala Namu

Medan-Geosiar.com, Terduga pembunuhanan sadi di Aceh akhgirnya ditangkap Petugas Subdit III/Jatanras Direktorat (Dit) Reskrimum Polda Sumut bekerjasama Polres Deli Serdang. Ridwan (22), terduga pembunuhan diringkus di Bandara Kualanamu, Rabu (10/1/2018) malam.

Ridwan merupakan warga Dusun Kulam Beude Desa Paya Seumantok Kecamatan Krueng Sabe Kabupaten Aceh Jaya, Provinsi Aceh. Ridwan diduga kuat sebagai tersangka pelaku pembunuhan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 340 yo 338 KUHPidana dengan ancaman hukuman di atas lima tahun.

“Itu berkat kerjasama kita dengan Polres Deli Serdang. Tersangka yang kita tangkap ini memang diduga kuat sebagai pelaku pembunuhan yang kabur dari Aceh,” ujar Kasubdit III/Jatanras Dit Reskrimum Polda Sumut, AKBP Maringan Simanjuntak, Rabu (10/1/2018) malam.

Dijelaskannya, tersangka ditangkap ketika berada di lantai I Bandara Kuala Namu Internasional Airport (KNIA) Deli Serdang. Menurut keterangan polisi, tersangka hendak melarikan diri setelah menghabisi korban Minarni (40), pemilik gudang grosir di Jalan Panglima Polem Ujung Gp Mulia Kecamatan Kuta Alam Banda Aceh.

Selain menghabisi nyawa Minanrni, tersangka membunuh Callietos NG (8), di ruang tengah dengan kondisi kepala terpisah dengan badan diduga bekas bacokan, Tjisun (45), ditemukan di kamar mandi dengan kondisi telungkup dan kepala hampir putus diduga bekas bacokan.

Peristiwa sadis terungkap pada 8 Januari 2018 sekira pukul 20.30 WIB, keluarga korban yang berada di Medan menelpon tetangga korban (saksi), Eka (34). Kepada saksi ditanyakan keluarga korban, kenapa handphone korban sudah empat hari tidak dapat dihubungi (tidak aktif).

“Eka menjawab tidak tahu. Selanjutnya, keluarga korban memintak Eka mengecek rumah korban. Sekira pukul 20. 45 WIB, Eka beserta suaminya melapor ke kadus. Karena rumah korban tertutup rapat, selanjutnya pak kadus melapor ke Polsek Kuta Alam guna memastikan keadaan rumah korban,” terang sumber.

Polisi kemudian merespon laporan dengan melakukan penyelidikan pada pukul 22.10 WIB. Kapolresta, Kasat Reskrim beserta anggota, kasat Intel beserta anggota dan Kapolsek Kuta Alam beserta anggota mengecek langsung ke TKP dan membuka paksa pintu rumah korban dan melihat kondisi TKP berantakan dan lantai bersimbah darah serta terdapat tiga mayat.

Sekira pukul 03.14 wib ke 3 mayat itu dievakuasi dan dibawa ke rumah sakit Zainal Abidin untuk diotopsi. (Tmto/R2)