Connect with us

Nasional

Kapolri Perintahkan Polda-Polres Petakan Daerah Rawan Konflik Pilkada

Published

on

Kapolri Jenderal Tito Karnavian

Jakarta-Geosiar.com, Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian perintahkan jajaran polda dan polres memetakan daerah yang rawan terjadi konflik pada pelaksanaan Pilkada Serentak 2018. Hal ini dikatakan Tito di Mabes Polri, Jakarta, Kamis (111/1/2018).

“Saya perintahkan ke semua jajaran di tingkat polda dan polres untuk membuat peta kerawanan di masing-masing wilayahnya terkait Pilkada. Paling lambat hari Minggu (14/1) beres,” kata Tito.

Tingkat kerawanan tersebut akan dibagi dalam tiga kategori yakni sangat rawan, rawan dan kurang rawan. Laporan tersebut harus segera diserahkan ke Mabes Polri sehingga nantinya pihak Mabes Polri dapat membuat sebuah peta yang menunjukkan daerah-daerah yang masuk kategori sangat rawan dan rawan konflik.

Pengerahan anggota Polri, TNI dan Linmas akan diprioritaskan di daerah-daerah dengan kategori sangat rawan dan rawan. Tak hanya itu, polda dan polres juga diminta merevisi jumlah pasukan yang akan dikerahkan dalam mengamankan Pilkada di daerahnya masing-masing.

Kapolri juga meminta agar tokoh masyarakat dan tokoh agama di daerah yang sangat rawan dan rawan agar proaktif menyuarakan pesan-pesan kedamaian untuk mendinginkan suasana.

“Karena nanti pasti suasananya akan `menghangat`, jadi tokoh-tokoh ini diharapkan andilnya untuk `mendinginkan` suasana,” katanya.

Dalam Pilkada Serentak 2018, 171 daerah akan ikut berpartisipasi. Ke-171 daerah tersebut terdiri dari 17 provinsi, 39 kota dan 115 kabupaten di Indonesia. Jumlah daerah yang akan ikut pilkada mendatang akan lebih banyak dibandingkan Pilkada 2017, yang hanya diikuti 101 daerah. (Ant/R2)