Connect with us

Nasional

Hadiri Sidang, Setya Novanto Tebarkan Senyum Semringah

Published

on

Setya Novanto menghadiri sidang lanjutan di ruang sidang Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Kamis (11/1/2018)

Jakarta-GeoSiar.com, Terdakwa kasus dugaan korupsi proyek pengadaan e-KTP Setya Novanto kembali menghadiri sidang lanjutan di ruang sidang Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Kamis (11/1/2018).

Sidang dengan agenda mendengarkan keterangan para saksi ini terlihat berbeda dengan sidang-sidang terdakwa korupsi lainnya.

Puluhan aparat kepolisian dikerahkan untuk menjaga area dalam dan luar sidang dan untuk mengamankan kedatangan Setya Novanto.

Serupa dengan penjagaan di luar, di dalam ruang sidang pun sama.

Saat Setya Novanto tiba sekitar pukul 09.48 WIB, para aparat kepolisian terlihat mengamankan jalan Setnov.

Setnov terlihat santai masuk ke dalam ruang sidang hingga duduk di kursi pengunjung sidang.

Sementara, terkait sidang kali ini, rencananya jaksa KPK akan menghadirkan empat saksi dari pihak swasta. Mereka adalah Riswan alias Iwan Barawa, Nunuy Kurniasih, Muda Ihsan Harahap, dan July Hira.

Setibanya di ruang persidangan, Setya Novanto memberikan raut wajah yang berbeda dari yang sebelumnya. Mantan Ketua Umum Golkar tersebut tersenyum saat dicecar terkait penetapan tersangka terhadap mantan kuasa hukumnya, Fredrich Yunadi.

Fredrich belakangan telah ditetapkan sebagai tersangka merintangi proses penyidikan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bersama dengan seorang dokter Rumah Sakit Medika Permata Hijau, Bimanesh Sutarjo sebagai tersangka.

Keduanya diduga menghalang-halangi penyidikan KPK dalam kasus megakorupsi e-KTP.

“Penyidik meningkatkan status FY dan BST dari penyelidikan ke penyidikan. FY ini seorang advokat dan BST seorang dokter,” kata pimpinan KPK Basaria Panjaitan, di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu 10 Januari 2018.

KPK menduga, data medis terdakwa kasus e-KTP, Setya Novanto, dimanipulasi untuk melindungi terdakwa dari pemeriksaan penyidik KPK pada Kamis, 16 November 2017.

“FY dan BST diduga memasukkan tersangka SN (Setya Novanto) ke salah satu RS untuk dilakukan rawat inap dengan memanipulasi data medis,” tutur Basaria.

Fredrich Yunadi diduga menelepon dokter Bimanesh untuk memberitahukan soal rencana Setya Novanto masuk ke rumah sakit tempatnya praktik.

“Sebelum masuk ke RS, FY diduga sudah koordinasi dengan dokter. Dokter tersebut diduga sudah menerima telepon dari pihak pengacara bahwa SN akan dirawat,” pungkas Basaria.(Lpt6/r1)