Connect with us

Nasional

Pencekalan Fredrich Yunadi Dinilai Tak Sesuai Prosedur

Published

on

Jakarta-GeoSiar.com, Mantan pengacara Setya Novanto, Fredrich Yunadi dicekal oleh pihak Imigrasian saat hendak bepergian ke luar negeri, Kanada di Bandara Soekarno Hatta pada Senin (18/12/2017).

Tujuan Fredrich ke Kanada untuk mengunjungi anaknya yang sedang kuliah.

Pencegahan tersebut diajukan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait proses penyelidikan dugaan tindak pidana mencegah, merintangi, atau menggagalkan secara langsung atau tidak langsung penyidikan dengan tersangka Setya Novanto.

KPK melakukan pencekalan karena KPK merasa keterangan Frederich masih sangat dibutuhkan dalam perkara yang sedang diselidiki.

Sementara itu, Ketua Tim Hukum DPN Peradi, Sapriyanto Refa sangat menyayangkan sistem pencekalan yang tak sesuai dengan prosedur.

“Iya, kejadiannnya di bandara,” kata Sapriyanto mengawali keterangannya pada Rabu (10/1/2018).

Menurut Sapriyanto, Fredrich mantap berencana berangkat ke Kanada karena sebelumnya telah mendapat konfirmasi dari Wakil Direktur Wasdakim Imigrasi bahwa tidak ada pencegahan atas nama dirinya oleh KPK.

“Dilakukan pengecekan oleh Wakil Direktur Wasdakim, tidak ada dicekal Pak Yunadi. Nah, besok tanggal 15 dia WA lagi (Wadir Wasdakim) untuk memastikan, tidak ada (pencekalan),” ujar Sapriyanto.

Menurut Sapriyanto, pada 18 Desember subuh, Fredrich berangkat ke bandara dan telah memesan Hotel di Kanada dan di New York, AS sebagai tempat menginap.

Setibanya di bandara, Fredrich melewati proses pemeriksaan imigrasi di bandara dan petugas sempat memberikan stempel pada paspornya tanpa masalah.

“Tapi ketika selang beberapa meter lewat, dia dikejar orang yang stempel tadi, dikatakan dia enggak bisa berangkat karena dicekal,” ujar Sapriyanto.

Sapriyanto menyimpulkan ada indikasi Imigrasi terhadap Fredrich.

“Kita menganggap ada undang-undang yang dilanggar, Imigrasi cara-cara dia melakukan pencekalan tidak sesuai undang-undang,” ujar Sapriyanto.

Sesuai undang-undang, menurut Sapriyanto, Imigrasi bisa melakukan pencegahan atas perintah dari instansi lain, tetapi tiga hari paling lambat setelah permohonan pengajuan itu masuk. Kemudian imigrasi wajib memasukan orang itu dalam daftar cekal dan dalam waktu 7 wajib memberitahukan ke orang yang dicekal alasan pencekalan.

Tujuannya agar orang yang dicekal mengetahui sebelumnya bahwa dirinya tak bisa bepergian ke luar negeri.

“Ini kita enggak ada. Dalam daftar tidak ada, dalam surat tidak ada (diberitahukan),” tegas Sapriyanto.

Pencegahan Fredrich terkait kasus yang tengah ditangani KPK, yakni dugaan tindak pidana mencegah, merintangi, atau menggagalkan secara langsung atau tidak langsung penyidikan dengan tersangka Setya Novanto. (kps/r1)