Connect with us

Dunia

Terkuak, Ini Wajah Putra Penerus Osama bin Laden

Published

on

Osama bin Laden semasa hidupnya dan putranya, Hamza bin Laden

Iran-GeoSiar.com, Meninggalnya pemimpin kelompok pemberontak Al Qaeda Usamah bin Ladin alias Osama bin Laden di Abbottãbad, Pakistan 2 Mei 2011 meninggalkan luka bagi para pengikutnya dan sanak keluarganya.

Selama ini, semenjak kepergian Osama, organisasi pemberontak ini merahasiakan berbagai hal mengenai keluarga Osama, termasuk seluruh anak dan juga isterinya.

Namun publik dikejutkan ketika serangkain foto putra Osama bin Laden, Hamza bersama saudara-saudaranya di Iran dipublikasi oleh stasiun televisi Al-Arabiya.

Serangkaian foto tersebut mengungkap wajah asli pewaris kelompok Al-Qaeda itu setelah organisasi itu berusaha keras merahasiakannya.

Selama ini, Al-Qaeda hanya merilis suara Hamza bin Laden tetapi belum sekalipun memperlihatkan wajahnya.

Foto tersebut juga menampilkan tiga putra Osama bin Laden yaitu Mohammad, Laden, dan Hamza sebelum ketiganya berpisah dan meninggalkan Iran pada 2009.

Mohammad kemudian menujuk beberapa kota lain di Pakistan sebelum kemudian dibantu untuk mencapai Peshawar.

Laden kemudian bergabung demngan saudarinya Eman serta sang ibu di Suriah. Sementara Mohammad, dikeluarkan Osama dari Waziristan setelah pengeboman AS semakin sering.

Sementara Hamza dan istrinya, Khairiah Sabar diminta tinggal bersama sang ayah di Abbottabad, Pakistan setelah meninggalkan Iran.

Setelah sempat tinggal di Waziristan selama beberapa lama, Osama memerintahkan Hamza untuk pergi Balochistan sebelum menuju ke Sindh hingga tiba dengan selamat di Abbottabad.

Osama meminta Hamza, yang menggunakan nama samarah Ahmad Khan selama perjalanannya, untuk menghubungi orang kepercayaannya di Peshawar.

Hamza lalu tinggal bersama orang itu di kota Peshawar hingga Osama mendapatkan rumah lain yang jaraknya lebih dekat dengan kediamannya.

Osama kemudian meminta Hamza segera meninggalkan Waziristan pada 2010 dan menggunakan kartu identitas palsu selama perjalanan.

Osama sudah lama mempersiapkan Hamza untuk mewarisi tampuk kepemimpinan Al-Qaeda sejak masih belia dan tinggal di Iran.

Iran-GeoSiar.com, Meninggalnya pemimpin kelompok pemberontak Al Qaeda Usamah bin Ladin alias Osama bin Laden di Abbottãbad, Pakistan 2 Mei 2011 meninggalkan luka bagi para pengikutnya dan sanak keluarganya.

Selama ini, semenjak kepergian Osama, organisasi pemberontak ini merahasiakan berbagai hal mengenai keluarga Osama, termasuk seluruh anak dan juga isterinya.

Namun publik dikejutkan ketika serangkain foto putra Osama bin Laden, Hamza bersama saudara-saudaranya di Iran dipublikasi oleh stasiun televisi Al-Arabiya.

Serangkaian foto tersebut mengungkap wajah asli pewaris kelompok Al-Qaeda itu setelah organisasi itu berusaha keras merahasiakannya.

Selama ini, Al-Qaeda hanya merilis suara Hamza bin Laden tetapi belum sekalipun memperlihatkan wajahnya.

Foto tersebut juga menampilkan tiga putra Osama bin Laden yaitu Mohammad, Laden, dan Hamza sebelum ketiganya berpisah dan meninggalkan Iran pada 2009.

Mohammad kemudian menujuk beberapa kota lain di Pakistan sebelum kemudian dibantu untuk mencapai Peshawar.

Laden kemudian bergabung demngan saudarinya Eman serta sang ibu di Suriah. Sementara Mohammad, dikeluarkan Osama dari Waziristan setelah pengeboman AS semakin sering.

Sementara Hamza dan istrinya, Khairiah Sabar diminta tinggal bersama sang ayah di Abbottabad, Pakistan setelah meninggalkan Iran.

Setelah sempat tinggal di Waziristan selama beberapa lama, Osama memerintahkan Hamza untuk pergi Balochistan sebelum menuju ke Sindh hingga tiba dengan selamat di Abbottabad.

Osama meminta Hamza, yang menggunakan nama samarah Ahmad Khan selama perjalanannya, untuk menghubungi orang kepercayaannya di Peshawar.

Hamza lalu tinggal bersama orang itu di kota Peshawar hingga Osama mendapatkan rumah lain yang jaraknya lebih dekat dengan kediamannya.

Osama kemudian meminta Hamza segera meninggalkan Waziristan pada 2010 dan menggunakan kartu identitas palsu selama perjalanan.

Osama sudah lama mempersiapkan Hamza untuk mewarisi tampuk kepemimpinan Al-Qaeda sejak masih belia dan tinggal di Iran.

Iran-GeoSiar.com, Meninggalnya pemimpin kelompok pemberontak Al Qaeda Usamah bin Ladin alias Osama bin Laden di Abbottãbad, Pakistan 2 Mei 2011 meninggalkan luka bagi para pengikutnya dan sanak keluarganya.

Selama ini, semenjak kepergian Osama, organisasi pemberontak ini merahasiakan berbagai hal mengenai keluarga Osama, termasuk seluruh anak dan juga isterinya.

Namun publik dikejutkan ketika serangkain foto putra Osama bin Laden, Hamza bersama saudara-saudaranya di Iran dipublikasi oleh stasiun televisi Al-Arabiya.

Serangkaian foto tersebut mengungkap wajah asli pewaris kelompok Al-Qaeda itu setelah organisasi itu berusaha keras merahasiakannya.

Selama ini, Al-Qaeda hanya merilis suara Hamza bin Laden tetapi belum sekalipun memperlihatkan wajahnya.

Foto tersebut juga menampilkan tiga putra Osama bin Laden yaitu Mohammad, Laden, dan Hamza sebelum ketiganya berpisah dan meninggalkan Iran pada 2009.

Mohammad kemudian menujuk beberapa kota lain di Pakistan sebelum kemudian dibantu untuk mencapai Peshawar.

Laden kemudian bergabung demngan saudarinya Eman serta sang ibu di Suriah. Sementara Mohammad, dikeluarkan Osama dari Waziristan setelah pengeboman AS semakin sering.

Sementara Hamza dan istrinya, Khairiah Sabar diminta tinggal bersama sang ayah di Abbottabad, Pakistan setelah meninggalkan Iran.

Setelah sempat tinggal di Waziristan selama beberapa lama, Osama memerintahkan Hamza untuk pergi Balochistan sebelum menuju ke Sindh hingga tiba dengan selamat di Abbottabad.

Osama meminta Hamza, yang menggunakan nama samarah Ahmad Khan selama perjalanannya, untuk menghubungi orang kepercayaannya di Peshawar.

Hamza lalu tinggal bersama orang itu di kota Peshawar hingga Osama mendapatkan rumah lain yang jaraknya lebih dekat dengan kediamannya.

Osama kemudian meminta Hamza segera meninggalkan Waziristan pada 2010 dan menggunakan kartu identitas palsu selama perjalanan.

Osama sudah lama mempersiapkan Hamza untuk mewarisi tampuk kepemimpinan Al-Qaeda sejak masih belia dan tinggal di Iran.

Osama meminta teman-temannya Atiyahallah al-Libbi, Saif al-Adel, dan Abu Hafs al-Mauritani untuk memberikan ilmu sebagai mentor kepada Hamza selama berada di Iran.

Sementara Abu Ghaith, juru bicara Al-Qaeda yang juga menantu Osama, mengajari Hamza cara berbicara di hadapan publik serta Abu Mohammed al-Masri mengajarkan sejarah bagi Hamza.

Hamza terpilih sebagai penerus Osama karena perilakunya yang lembut dan ketaatannya. Demikian disampaikan Atiyahallah dalam sebuah surat.

Hamza amat berbeda dengan Saad, juga putra Osama, yang tewas akibat serangan drone AS di Waziristan setelah meninggalkan Iran.

Saad tewas karena sifatnya yang impulsif dan kerap menolak mengikuti instruksi dari orang lain.(kps/r1)