Connect with us

Olahraga

Angkat Besi Incar 2 Emas Asian Games 2018 Meski Minim Anggaran

Published

on

Atlete angkat besi Indonesia, Eko Yuli Wirawan dalam Asian games 2014

Jakarta-Geosiar.com, Pengurus Besar Persatuan Angkat Besi, Berat, dan Binaraga Seluruh Indonesia (PB PABBSI) tetap mengincar 2 medali emas dalam Asian Games 2018, meski anggaran pemuatan latihan nasional dari pemerintah tidak sesuai dengan pengajuan.

“Kami mendapatkan target satu medali emas dari pemerintah. Tapi, kami menargetkan dua medali emas yaitu pada kelas 48 kilogram putri dan kelas 62 kilogram putra,” kata Ketua Umum PB PABBSI, Rosan P. Roeslani, di Wisma Perwira Marinir, Jakarta, Senin 8 Januari 2018.

Sebelumnya pada Olimpiade Rio 2016 lalu, cabang angkat besi berhasil mencatatkan prestasi dengan merebut 2 medali perak. Dengan hasil itu PB PABBSI berharap dapat mewujudkan emas di Asuan Games nanti, kendati anggaran yang didapat dari Pemerintah tak sesuai dengan yang diharapkan.

Anggaran rekomendasi tim verifikasi Deputi IV Kementerian Pemuda dan Olahraga untuk cabang angkat besi sebesar Rp 8,932 miliar dari pengajuan sebesar Rp 17,649 miliar.

“Kami ini pejuang. Apa yang kami terima dari pemerintah akan kami perjuangkan semaksimal mungkin. Tapi, kami tidak semata-mata hanya berharap anggaran dari pemerintah,” kata Rosan.

Rosan berharap pemerintah tetap memperhatikan cabang angkat besi menyusul cabang olahraga itu telah ditetapkan sebagai cabang olahraga prioritas, terutama terkait atlet-atlet pelapis.

Sementara Wakil Ketua Umum PB PABBSI, Joko Pramono, mengatakan optimisme cabang angkat besi untuk membidik dua medali emas semakin besar menyusul fasilitas latihan di Wisma Perwira Marini yang berlokasi di Kwitang, Jakarta Pusat.

“Tapi, kami tetap meminta kepada pemerintah untuk memberikan atlet-atlet pelapis Eko Yuli dan Sri Wahyuni. karena kami tidak hanya menargetkan prestasi dalam Asian Games, tetapi juga Olimpiade 2020,” kata Joko Pramono. (Tpo/R2)