Connect with us

Olahraga

Penjelasan Pelatih PSMS Soal Rekrut Pemain ‘Sisa’

Published

on

Pelatih PSMS Djajang Nurdjaman (baju cokelat)

Medan-Geosiar.com, Pelatih PSMS Medan terus gencar berburu pemain untuk mengarungi Liga 1 musim 2018. Bebeberapa nama disebut-sebut akan merapat ke skuat Ayam Kinantan. Hanya saja sejumlah pemain baru yang direkrut merupakan pemain yang tak dibutuhkan klub lamanya.

Keputusan Djajang Nurdjaman ini membuat beberapa pihak meragukan kemampuan skuat ayam kinantan nantinya. Sebut saja Amarzukih, Jajang Sukmara, Erwin Ramdani, Yongki Ariwibowo, dan teranyar M. Roby, dinilai kurang tepat untuk mengarungi ketatnya Liga 1 nantinya.

Amarzukih resmi dilepas Persija setelah jarang masuk dalam skuad utama. Sementara Erwin Ramdani dilepas PS TNI kendati memberikan kontribusi hingga membuat tim berjuluk The Army bertahan di Liga 1.

Sementara Yongki Ariwibowo juga bernasib sama yang dilepas tim lamanya Barito Putera. Demikian pula M Roby yang tak lagi dibutuhkan tim lamanya setelah sempat berkutat dengan cidera yang cukup lama. Adapun Jajang Sukmara memilih hengkang karena lebih sering menjadi penghangat bangku cadangan.

Dari nama-nama tersebut, hanya Firza Andika yang dianggap sebagai rekrutan terbaik. Selain belum pernah memperkuat klub profesional, Firza merupakan pemain Timnas U-19 asli Medan.

Namun Djanur -sapaan Djajang Nurdjaman, tak mempermasalahkan keraguan masyarakat akan skuat baru yang dibelinya. Djanur tak ingin mempersoalkan status pemain lokal rekrutannya. Ada beberapa alasan dirinya merekrut pemain yang dianggap sisa oleh sebahagian orang itu. Bagi Djanur tak semua pelatih memiliki pandangan yang sama akan kemampuan anak asuhnya.

“Bisa saja di sana gak dipakai, tapi di sini sangat dibutuhkan. Kita punya penilaian masing-masing tentang kualitas pemain,” terang Djanur usai menggelar latihan di Stadion Mini Kebun Bunga Medan, Jumat (05/01/18) sore.

“Kita itu memilihnya kapan. Saat Liga 1 telah menyelesaikan kompetisi dan langsung berburu pemain, kita masih berlaga demi merebut tiket Liga 1. Bagaimana kita dapat pemain tenar seperi Hamkah Hamzah dll. Jelas dari sini saja kita terlambat,” tegasnya.

Beberapa pemain lama memang dipertahankan Djanur dalam skuat PSMS. Pemain lama tersebut merupakan pemain muda yang minim pengalaman di Liga 1. “Kita gak bisa berharap banyak dari pemain muda. Ini alasan kenapa saya juga membawa mereka,” terang Djanur.

Djanur tetap optimis dapat membawa ayam kinantan berjaya di level teratas sepakbola nasional. Optimisme tinggi tetap diusungnya dengan strategi memadupadankan pemain senior dan minim pengalaman di gelaran Liga 1 2018. (Inds/R2)