Connect with us

Pilkada 2018

Tanggapan Edy Rahmayadi Soal Video Bagi-bagi Uang di Gereja

Published

on

Edy Rahmayadi dalam acara konsilidasi kepala daerah Partai Keadilan Sejahtera

Jakarta-Geosiar.com, Letjen TNI Edy Rahmayadi menanggapi beredarnya video bagi-bagi uang kepada masyarakat di salah satu gereja di SUmatera Utara. Edy mengatakan hal tersebut kejadian tersebut boleh dibilang hanya tradisi membantu fakir miskin dan bukan pada agenda atau kampenye pilkada.

“Begini, kegiatan di gereja Sumut bisa dibilang adat, setiap ada kegiatan anak menyanyi pasti ada saweran, itu budaya,” kata Edy di DPP Golkar, Slipi, Jakarta, Jumat (5/1/2017).

Edy mengaku baru melihat videonya yang viral belakangan tersebut. Kejadian bagi-bagi uang tersebut menurutnya terjadi seusai perayaan natal di salah satu gereja di Medan dengan kondisi orang-orang fakir. “Kita membantu anak-anak kecil dan itu kan belum ada pilkada,” lanjutnya.

Sebelumnya, beredar viral video Edy sedang membagi-bagikan uang di sebuah gereja. Peristiwa tersebut dikaitkan dengan pencalonannya sebagai calon gubernur di Pilkada Sumut.

Namun pria yang juga menjabat sebagai Ketua Umum PSSI tersebut menjamin tidak melakukan politik uang di pertarungan pilkada. Edy berjanji tidak akan melakukan perbuatan curang.

Edy Rahmayadi kini resmi tak lagi menjabat Pangkostrad TNI. Pemberhentian Edy tercantum dalam Keputusan Panglima TNI Nomor Kep/12/I/2018, yang ditandatangani Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto pada Kamis (4/1/2018).

Edy menempati jabatan baru sebagai perwira tinggi Mabes TNI AD dalam rangka pensiun dini dari kesatuan TNI. Pemberhentian dari Pangkostrad dinilai dalam rangka keikutsertaannya dalam Pilkada Sumut 2018.

Soal keikutsertaannya dalam Pilgubsu 2018, Edy mengaku telah diberi pesan dari Panglima TNI. “Kalau enggak mundur, saya gak mungkin maju, sebelum tanggal 8, UU-nya bunyinya begitu (harus mundur). Pesan panglima TNI berjuang, berbuat dan jangan bikin malu TNI,” katanya menambahkan. (Rpb/R2)