Connect with us

Nasional

Beredar Spanduk Nyalon Gubernur Sumut, Bawaslu Diminta Tegur Edy Rahmayadi

Published

on

Pangkostrad Edy Rahmayadi

Jakarta-Geosiar.com, Badan Pengawas Pemili (Bawaslu) Sumatera Utara diminta tegur Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat atau Pangkostrad Letnan Jenderal Edy Rahmayadi terkait dengan beredarnya spanduk-spanduk perihal rencana Edy Rahmayadi untuk maju sebagai calon gubernur Sumatera Utara.

Hal ini diungkap anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI Mochammad Afifuddin saat ditemui seusai diskusi terkait pemilu di D’Hotel Jakarta, Selasa, 26 Desember 2017. Afif mengungkap dirinya meminta langsung Bawaslu Sumut untuk menegur langsung Edy.

“Kalau dari aturannya kan aparatur sipil negara harus mengundurkan diri dulu (jika ingin mencalonakn diri),” kata Afif.

Afif mengatakan jika sampai pencalonan Edy Rahmayadi belum mengundurkan diri, Bawaslu harus melakukan tindakan pencegahan. Menurut dia, selama belum dicalonkan, yang bisa dilakukan Bawaslu adalah sebatas pencegahan.

Afif menegaskan pencegahan yang dimaksud yakni lebih kepada untuk mencegah bakal calon malukan curi start , seperti melakukan kampanye atau pencitraan diri menjelang pemilu sebelum masanya.

Berbagai kegiatan pun menjadi sorotan dari kegiatan pencegahan oleh Bawaslu. Afif memberi contoh kegiatan jalan sehat yang berpotensi bagi para bakal calon untuk melakukan mobilisasi massa.

“Bawaslu kemudian akan berkirim surat untuk menjelaskan pencegahannya, bahwa kegiatan serupa akan berpotensi untuk disalah gunakan dalam proses pencalonan.” ujar Afif.

Sebelumnya, Letnan Jenderal Edy Rahmayadi mengatakan telah membulatkan tekad untuk maju pada pemilihan gubernur Sumatera Utara atau pilgub Sumut 2018. Ia mengaku telah mendapat dukungan dari empat partai.

“Partai saya itu Hanura, Gerindra, PKS, dan PAN,” kata Edy, di Markas Divisi Infantri 1 Kostrad Cilodong, Depok, Rabu, 20 Desember lalu. (Tpo/R2)