Connect with us

Dunia

Petugas Ambulans Maut Gegerkan Sisilia

Published

on

Ambulans maut gegerkan Sisilia

Sisilia-GeoSiar.com, Petugas kepolisian di Sisilia, Italia menangkap seorang petugas ambulans maut yang membunuh belasan orang untuk mendapatkan uang dari kelompok mafia.

Lewat sebuah operasi jebakan, aparat Italia menahan pelaku.

Awalnya polisi memancing pelaku dengan merancang sebuah rajut komunikasi dan janji temu palsu yang melibatkan seorang informan kepolisian yakni seorang eks-anggota mafia yang sudah bertobat.

Di tempat yang telah ditentukan dalam rajut komunikasi palsu itu, polisi berhasil menangkap pelaku. Lokasi penangkapan dilaporkan terjadi di Catania, Italia. Demikian seperti dikutip dari BBC, Sabtu (23/12/2017).

Polisi juga telah memeriksa si pelaku terkait dugaan kejahatan pembunuhan yang ia lakukan.

Diduga, pelaku ambulans maut Italia itu melakukan pembunuhan sukarela dengan cara menyuntikkan udara ke pembuluh darah sehingga pasien tewas karena emboli.

Emboli udara dalam peredaran darah mengakibatkan penyumbatan dan kegagalan fungsi jantung korban, serta menyebabkan kematian.

Pelaku diduga kuat melakukan aksinya terhadap setidaknya tiga orang. Seluruh korban merupakan pasien yang memanfaatkan jasa ambulans yang dioperasikan oleh pelaku demi memuaskan niat bejatnya.

Lokasi pembunuhan diduga terjadi saat ambulans itu beroperasi di wilayah pedalaman, desa kecil bernama Biancavilla, di Italia.

Pembunuhan yang dilakukan oleh pelaku adalah demi mendapatkan imbalan berupa uang dari sebuah tempat pemakaman yang dikelola oleh kelompok mafia Sisilia.

Pelaku kemudian akan berpura-pura mengatakan kepada keluarga korban bahwa hilangnya nyawa korban disebabkan oleh penyakit.

Kemudian, pelaku akan menyarankan keluarga yang berduka agar jenazah dimakamkan di tempat pemakaman yang dikelola oleh mafia Sisilia tersebut.

Jika keluarga korban yang berduka setuju dan memakamkan korban di pemakaman tersebut, pelaku akan mendapatkan komisi dari pihak mafia Sisilia. Komisi itu berkisar US$ 355,5 per jenazah.

Laporan awal menunjukkan bahwa skema seperti itu diduga telah beroperasi sejak 2012.

Aparat juga memperkirakan masih banyak korban lainnya.

Perkiraan sementara, ada sekitar 12 jenazah yang diduga aparat berkaitan dengan kasus ‘ambulans maut’ tersebut. Namun dari 12 terduga korban, hanya tiga yang telah diajukan oleh polisi layak untuk disidik.

Hingga kini, aparat dilaporkan masih terus mendalami skandal ‘ambulans maut’ tersebut.(lpt6/r1)