Connect with us

Nasional

JK: Masyarakat Jangan Emosional Serukan Boikot Produk Amerika

Published

on

Suasana Aksi Bela Palestina, Minggu (17/12/2017)

Jakarta-Geosiar.com, Wakil Presiden Jusuf Kalla meminta masyarakat tidak emosional untuk memboikot produk asal Amerika Serikat berkaitan dengan seruan bela Palestina. Hal ini diungkap Kalla di Kantor Wapres, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta pada Selasa, 19 Desember 2017.

“Produk Amerika di Indonesia itu tinggal produk high-tech. Saya kira di sini (produk Amerika) apa yang kita butuhkan, apa yang kita saling butuhkan. Jangan emosional,” katanya.

Pernyataan JK tersebut merupakan respon atas seruan boikot produk Amerika Serikat pada aksi bela Palestina, 17 Desember lalu. Seruan ini dilakukan menyikapi langkah Presiden Amerika Donald Trump yang mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel. Keputusan ini menuai protes berbagai negara. Di Indonesia, protes terhadap sikap Amerika ini bahkan diiringi seruan boikot produk Amerika, misalnya oleh Majelis Ulama Indonesia.

Namun Kalla menilai cara yang paling gampang untuk mengukur pemboikotan adalah tidak menggunakan produk-produk high-tech Amerika. “Berani enggak untuk memboikot iPhone, jangan pakai Google. Bisa enggak hidup tanpa itu, Whatsapp,” kata dia.

Menurut Kalla, masyarakat saat ini sulit untuk lepas dari penggunaan produk-produk tersebut. Kalla menilai menghindari film buatan MAmerika Serikat bisa saja dilakukan. Namun untuk lepas dari produk berteknologi tinggi, prodk minyak, akan sangat sulit dilakukan.

Sebelumnya Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang memimpin aksi bela Palestina menyerukan petisi boikot produk-produk Amerika Serikat jika Presiden AS Donald Trump tidak mencabut keputusan untuk memindahkan kantor Kedutaan Besar AS ke Yerusalem.

“Mengimbau seluruh masyarakat Indonesia agar melakukan boikot terhadap seluruh produk perusahaan Amerika Serikat dan Israel yang beredar di Tanah Air agar kita tidak bergantung dengan produk tersebut dan menggunakan produk sejenis karya anak bangsa,” kata Sekretaris Jenderal MUI AnwarAbbas saat membacakan petisi. (Tpo/R2)