Connect with us

Sumut

Susul Aksi Demo Supir Angkot, Kini Giliran Driver Ojek Online

Published

on

Ratusan driver ojek online demon di depan kantor Gubsu Jalan Diponegoro pada Senin (18/12/2017)

Medan-GeoSiar.com, Driver ojek online melakukan demonstrasi di depan kantor Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Jalan Diponegoro pada Senin (18/12/2017).

Aksi ini dilakukan selang seminggu dari aksi mogok yang dilakukan Sopir Angkot di kota Medan pada Rabu (13/12/2017).

Keberadaan angkutan online di Indonesia khususnya di kota Medan memang menjadi pilihan masyarakat untuk bepergian selain menggunakan angkutan umum yang lainnya.

Selain ongkos yang relatif murah, angkutan online juga praktis karena tinggal dipesan lewat aplikasi yang sudah disediakan penyelenggara angkutan tanpa harus memikirkan resiko membawa kendaraan pribadi di jalan raya.

Olehkarena kepraktisan penggunaan transportasi online maka banyak pihak yang sudah beralih profesi dari pengendara transportasi umum menjadi tranportasi online.

Jumlah driver juga mengalami peningkatan dan tak jarang angkutan online menjadi penyebab kemacetan di kota Medan.

Ini diamini oleh Pandu, salah satu pengurus Asosiasi Driver Online (ADO) Sumatera Utara.

“Memang kemacetan semakin tinggi. Karena penyelenggara angkutan terus melakukan perekrutan,” kata pria bertubuh gempal ini saat menggelar aksi.

Untuk itu, lanjut Pandu, perekrutan driver online harus dibatasi dan tak asal melakukan perekrutan.

Pandu dalam aksinya selai menekan kemacetan, pembatasan driver online juga berpotensi mengantisipasi gesekan antara sesama driver online dalam mencari penumpang.

“Kami tidak ingin ada gesekan satu sama lain. Sudah banyak sekali driver online ini,” terangnya.

Di Sumatera Utara, angkutan online itu ada Go-jek, Grab Car, Grab Bike dan Go-Car, dan Uber.

Beberapa waktu lalu, antara Grab Bike dan Grab Car sempat terlibat saling pukul di depan Plaza Medan Fair karena berebut penumpang.

Kondisi demikian dinilai Pandu dapat dijadikan alasan mendasar pembatasan driver transportasi online.

Kurang lebih ratusan gojek online bersatu dalam menyuarakan aksi mereka dan menyanyikan lagu ‘Jangan Dicancel’ yang dibawakan oleh Geng Ojol ft. Eka Gustiwana.

Para peserta kasi juga membentangkan poster berisi kecaman terhadap penyelenggara angkutan online yang kerap men-suspend mitra kerja.(trbmdn/r1)