Connect with us

Nasional

Airlangga Gantikan Setnov, Dedi Mulyadi : Golkar Lewati Masa Sulit

Published

on

Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat, Dedi Mulyadi

Jakarta-Geosiar.com, Airlangga Hartarto terpilih sebagai Ketua Umum definitif Partai Golkar menggantikan Setya Novanto secara aklamasi melalui rapat pleno yang digelar di Kantor Dewan Pimpinan Pusat Partai Golkar, Jakarta Rabu, 13 Desember 2017. Alamasi didapat setelah Aziz Syamsuddin mengundurkan diri dari pencalonan sebagai ketua umum Golkar.

Menanggapi hasil tersebut, Ketua DPD I Partai Golongan Karya, Dedi Mulyadi ,mengatakan terpilihnya Airlangga Hartarto sebagai ketua umum definitif menggantikan Setya Novanto adalah suatu bentuk pembelajaran politik yang penting.

“Ini adalah pembelajaran politik yang penting bagi Indonesia, bahwa kami Partai Golkar adalah partai yang memiliki kemampuan dalam mengelola berbagai problematika di internalnya sehingga tantangan yang begitu berat bisa kita lewati pada malam hari ini,” kata Dedi dalam siaran pers di Jakarta, Kamis (14/12).

Penepatan Airlangga yang berlangsung secara musyawarah mufakat tersebut ditanggapi Dedi sebagai bentuk kebahagiaan. Menurutnya, Golkar telah berhasil melewati masa sulit dan menyelesaikannya dengan dialog, mengikuti mekanisme serta musyawarah

Bupati Purwakarta tersebut mengucapkan selamat atas terpilihnya Airlangga Hartanto. Ia mengaku akan membicarakan langkah-langkah ke depan dengan Ketua Umum Golkar yang baru itu.

“Saya hari ini adalah orang yang memperjuangkan Partai Golkar kembali menjadi partai yang solid, partai yang visioner, partai yang memiliki mental kerakyatan dan tentunya sebagai orang yang mengabdi bagi masyarakat dan menjadikan partai sebagai kekuatan politik dalam berpolitik di Indonesia nanti saya akan melihat keinginan DPP Partai Golkar ke depan,” kata Dedi.

Dedi juga menanggapi kasus yang menimpa Setya Novanto. Dedi mengajak seluruh kader mendoakan Setya agar dapat mengikuti seluruh proses hukum. “Kita hari ini harus secara bersama-sama mendoakan agar dia (Setnov) sehat, dan kemudian memberikan bantuan dari sisi aspek hukum untuk mengurangi seluruh beban hukum yang dialami,” pungkasnya.

Rapat pleno Partai Golkar berlangsung selama kurang lebih 3 jam. Dimulai sekitar jam 20.00, rapat pleno berakhir pada jam 23.25. Dalam rapat ini dibahas beberapa hal seperti nasib Setya Novanto sebagai Ketua Umum Golkar, pemilihan Airlangga Hartarto sebagai Ketua Umum baru, dan rencana Munaslub. (Ant/R2)