Connect with us

Nasional

Setya Novanto Hadiri Sidang Perdana Kasus e-KTP

Published

on

Setya Novanto saat menghadiri sidang praperadilan

Jakarta-Geosiar.com, Pengadilan Tindak Pidana Korupsi di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat menggelar sidang perdana Ketua DPR Setya Novanto dalam kasus korupsi e-KTP pada Rabu (13/12/2017). Adapun agenda sidang yaitu pembacaan dakwaan dalam kasus korupsi dalam pengadaan KTP-Elektronik.

Setya tiba di pengadilan sekitar pukul 09.30 WIB menumpang mobil tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Setya yang mengenakan kemeja putih dan rompi orange KPK dikawal petugas kepolisian dan pengawal tahanan KPK. Kemudian Setya masuk ke dalam ruang pengadilan di samping pengacaranya yang ebrjumlah 24 orang.

Dua kuasa hukum Setya Novanto, Maqdir Ismail dan Firman Wijaya, sudah ada di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat untuk mengikuti sidang itu. Menurut Maqdir ismail, kliennya sehat meski terserang batuk.

“Kemarin sih Beliau agak batuk saja, saya belum tahu perkembangan berikutnya. Tentu kalau Beliau tidak bisa mengikuti sidang, kami akan minta untuk sidang ditunda,” kata Maqdir di pengadilan.

“Hukum kita tidak mengizinkan kalau seseorang terdakwa sakit. Ketentuan-ketentuan dalam KUHAP mengatur itu,” tambah Maqdir.

Hakim Yanto, yang juga Ketua Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, akan memimpin majelis hakim mengadili Setya Novanto. Yanto didampingi Frangki Tambuwun, Emilia Djajasubagja, Anwar dan Ansyori Syaifudin.

Keempatnya merupakan hakim yang mengadili perkara KTP-Elektronik dengan terdakwa mantan Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri Irman, mantan Direktur Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan Kementerian Dalam Negeri Sugiharto dan pengusaha Andi Narogong.

Dalam persidangangan, tampak Sekretaris Jenderal Partai Golkar sekaligus Plt Ketua Umum Golkar Idrus Marham duduk di bangku penonton.

Setya Novanto dan pengacaranya juga sedang mengajukan gugatan praperadilan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Sidang perdananya berlangsung Kamis (7/12) dan pembacaan putusannya dijadwalkan berlangsung Kamis (14/12) sore. (Ant/R2)