Connect with us

Sumut

Mobil Polisi, TNI dan Satpol PP Dikerahkan Angkut Penumpang “Korban” Mogok Angkot

Published

on

Mobil dinas mengangkut calon penumpang angkot yang mogok

Medan-Geosiar.com, Mogok massal angkutan kota (angkot) konvensional di kota medan menyebabkan banyak penumpang angkot terlantar. Sebagian masyarakat tidak mengetahui adanya aksi mogok sehingga tetap menunggu angkot di tepi jalan. Akibatnya, ribuan warga menumpuk terlantar di pinggir-pinggir jalan raya.

Menanggapi hal tersebut, Pemerintah Kota Medan mengerahkan “pasukan”-nya yakni Satuan Polisi Pamong Praja atau Satpol PP untuk mengangkut warga dalan jarak-jarak dekat.

Seperti di kawasan Padang Bulan di Jalan Djamin Ginting, Medan, mobil Satpol-PP dikerahkan mengangkut warga yang menumpuk di pinggir jalan, meski hanya diantar pada jarak dekat saja. “Hanya sampai Pajus (Pajak USU) ini, bu, naiklah kalau ibu mau sampai situ,” kata petugas Satpol PP yang mengendarai kenderaan pick up, Arief Rahman.

Para penumpang tampak menaiki mobil pick-up tersebut. Diantaranya ibu-ibu yang hendak menuju Pajak Pagi Padang Bulan. Adapula mahasiswa yang hendak menuju Kampus USU.

Sementara Polrestabes Medan juga mengerahkan truk polisi untuk mengangkut warga. Dengan diatur sejumlah petugas kepolisian dan Dinas Perhubungan Kota Medan warga naik menumpang truk. Meski hanya sebagian kecil warga yang bisa menumpang truk bantuan Polrestabes.

Di Simpang Amplas, mobil patroli polisi dan mobil TNI dikerahkan untuk mengangkut penumpang menuju Pasar Sambu. Para ratusan pengemudi angkot meneriaki setiap angkutan umum yang lewat termasuk bus Damri sembari melarang untuk mengangkut penumpang.

Hinga berita ini diturunkan, polisi dan Dinas Perhubungan masih bersiaga melakukan pengamanan mengantisipasi kekacauan terjadi.

Pemogokan angkot konvensional dilakukan oleh seluruh perusahaan angkutan di Kota Medan akibat sikap Pemprovsu yang tidak jelas dalam penataan taksi online berbasis aplikasi. Akibatnya angkot konvensional banyak yang berhenti beroperasi. (Mbd/R2)