Connect with us

Politik

Hakim Tak Percaya Kesehatan Setya Novanto Turun Drastis

Published

on

Setya Novanto tertunduk lesu dalam persidangan perdana di Pengadilan Tipikor Rabu (13/12/2017)

Jakarta-GeoSiar.com, Sidang perdana tersangka korupsi korupsi proyek pengadaan KTP elektronik diwarnai debat mengenai kondisi kesehatan Novanto pada Rabu (30/12/2017).

Setya Novanto sama sekali tak menjawab pertanyaan yang dilayangkan Ketua Majelis Hakim Yanto saat ditanyakan kondisi kesehatannya.

Menurut Setya Novanto, kondis kesehatannya memang labil. Sudah lima hari tersangka korupsi megaproyek e-KTP mengidap diare.

Meskipun sudah memberikan penjelasan mengenai kondisi kesehatannya saat izin ke kamar kecil untuk buang hajat, Jaksa KPK tetap tak percaya dengan kondisi kesehatannya.

Menurut Jaksa KPK, sebelum didatangkan ke pengadilan, Jaksa KPK sempat memeriksa kesehatan Novanto dan menyatakan bahwa semuanya baik dan normal untuk dapat mengikuti persidangan pada pukul 08.30 WIB.

“Kami meyakini terdakwa dalam keadaan sehat. Itu berdasarkan apa yang dikatakan dokter Johanes dan tiga dokter lainnya. Pukul 08.30 terdakwa terakhir dilakukan pengecekan. Jadi menirut kami ini hanya kebohongan yang dilakukan terdakwa,” kata jaksa Irene Putri di Pengadilan Tipikor Jakarta, Rabu (13/12/2017).

Namun kuasa hukum ketua nonaktif DPR RI Maqdil Ismail membantah keberatan jaksa KPK terkait kondisi kesehatannya.

Menurut Ismail, kliennya sejak semalam mengalami diare. Ia meminta agar Novanto kembali diperiksa dokter.

“Ini persoalan orang sakit, Yang Mulia. Kami meminta agar yang bersangkutan diberikan kesempatan diperiksa dengan dokter lain,” kata Maqdi kepada Ketua hakim.

Namun saran dari Ismail untuk diperiksa dokter lain diluar yang telah disiapkan KPK, ditolak mentah-mentah oleh Ketua hakim Yanto.

Hakim Yanto memperbolehkan dokter dari IDI dan RSCM yang dibawa oleh jaksa KPK untuk turut menuturkan keterangan terkait kondisi kesehatan Setya Novanto yang diberikan.

“Pukul 80.30 yang bersangkutan diperiksa dan dinyatakan sehat. Sekarang baru pukul 10.30. Apakah memungkinkan 5-6 jam bisa drastis seperti itu?,” tanya hakim kepada dokter yang hadir.

“Dilaporkan bahwa kondisi yang bersangkutan bagus, gula darahnya bagus, bisa komunikasi. Beliau ini bisa hadir saat ini,” jawab dokter RSCM. (rml/r1)