Connect with us

Olahraga

Asisten Pelatih PSMS Dikabarkan Dipecat

Published

on

Pemain PSMS merebut bola dalam pertandingan Liga 2 2017

Medan-Geosiar.com, Kabar perombakan terjadi di lingkup pemain PSMS Medan untuk menjalani Liga 1 musim depan. Tidak hanya itu, di lingkup kepengurusan bahkan formasi tim pelatih juga bakal mengalami perubahan.

Sebelumnya manajemen PSMS Medan telah menggelar rapat internal manajemen klub pada Minggu (10/12/17) kemarin. Hasil rapat tersebut dikabarkan muncul isu bahwa Asisten pelatih PSMS Edy Syahputra tidak lagi menjabat karena mengalami pemecatan.

Edy Syahputra tercatat telah menemani PSMS mengarungi kompetisi Liga 2 musim lalu. Kendati Edy mengaku dirinya belum menerima pemberitahuan resmi dari pihak klub terkait pemecatannya. Edy bahkan meminta media untuk tidak menyebarlkan kabar ini sebelum mendapat kepastian.

“Saya kemungkinan tidak di PSMS lagi. Memang belum pasti, karena menunggu keputusan hasil rapat PSMS. Kalau dari bau-baunya sih saya enggak lagi dan akan ada penggantinya,” ujar Edy, Selasa (12/12/2017).

“Belum ada pemberitahuan resmi. Kalau bisa jangan dulu diberitakan sebelum ada kepastian,” terang Edy, dikutip dari Indosport.

Edy mengakui kabar pergantian dirinya telah beredar ke permukaan. Edy tak menampik hal tersebut dan mulai merasakan firasat yang kurang baik. “Sepertinya saya tidak lagi menemani PSMS Liga 1. Tapi saya tetap mendoakan agar PSMS bisa meraih hasil terbaik,” harap Edy.

Nasib jajaran pelatih memang masih tengah dirembukkan oleh manajemen. Presiden Klub PSMS, Kodrat Shah mengatakan tak hanya pelatih, orang-orang yang mengurusi PSMS juga akan ada pergantian.

“Tanggal 18 Desember nanti kami akan lakukan perombakan manajemen. Kalau untuk nama-namanya dan siapa oranganya belum bisa kami sampaikan. Karena ini kami juga masih membahas dan menentukan orang-orangnya yang tepat,” pungkasnya.

Hal ini mengingatkan pada pergantian pelatih Kepala PSMS sebelumnya, Mahruzar nasution. Mahruzar justru mendapatkan kabar bersamaan dengan kehadiran Coach Djajang Nurjaman. Saat itu, Mahruzar tengah menjalani tugas melatih PSAD di luar Sumatera dalam mengarungi sebuah kompetisi. (Trb/R2)