Connect with us

Nasional

Kapolri : Kabar Kematian Bahrun Naim Bisa Saja Hoax

Published

on

Kapolri Jenderal Tito Karnavian bersama Kepala BNPT Komjen Pol Suhardi Alius (kiri) di istana negara, jakarta, rabu (20/7).

Jakarta-Geosiar.com, Kapolri Jenderal tito Karnavian mengaku pihaknya belum bisa memastikan kebenaran kabar kematian teroris ISIS asal Indonesia, Bahrun Naim. Kabar tersebut baru sebatas informasi yang beredar di media sosial.

Kendati demikian, Tito mengaku pihaknya tetap melakukan komunikasi dengan sumber-sumber lain untuk memastikan kebenaran infrmasi tersebut. Polri melalui Divisi Hubungan Internasional (Divhubinter) telah menghubungi Interpol dan petinggi beberapa negara yang memiliki akses dengan Suriah, dan hasilnya mereka belum bisa mengetahui kepastian kabar tersebut.

“Kami sudah konfirmasi dengan beberapa sumber lain. Intelijen yang punya akses di sana, mereka belum mengetahui pastinya,” kata Tito di Gedung Rupatama, Mabes Polri, Jakarta, Selasa (12/12/2017).

Namun Tito mengaku pihaknya akan terus tetap melakukan pendalaman terkait informasi kondisi simpatisan ISIS asal Indonesia itu. Walaupun Tito mengatakan tak menutup kemunkinan kabar kematian tersebut hanya hoax belaka. Apalagi kabar ini bukan kali ini saja merebak.

“Bisa betul dia meninggal, bisa juga ini trik dia supaya tidak dikejar,” kata Tito.

Menurut Tito, jika kabar tersebut benar, maka ini akan berdampak pada jaringan teroris di Indonesia. Pasalnya Bahrun merupakan pihak yang ebrada di tengah-tengah antara elite ISIS pusat di Suriah dengan kelompok teroris di Indonesia. Bahkan Bahrun juga kerap berkomunikasi langsung dengan eksekutor atau “pengantin” bom bunuh diri.

“Kasus bom Thamrin, kasus Masjid Falatehan, dan beberapa kasus lain berhubungan langsung dengan Bahrun Naim,” kata Tito.

Bahrun Naim disebut-sebut sebagai dalang aksi teror bom Thamrin, Jakarta Pusat, pada Januari 2016. Bahrun yang kerap disebut sebagai pimpinan kelompok Jamaah Ansharut Daulah (JAD) ini merupakan perekrut sejumlah teroris dari Indonesia. (Ant/R2)