Connect with us

Sumut

Perempuan Aceh Tertangkap Hendak Bawa 1200 Butir Ekstasi Ke Palembang

Published

on

ribuan pil ekstasi yang ditemukan (Ilustrasi)

Tanjung Balai-Geosiar.com, Seorang perempuan asal Aceh bernama Maulizar ditangkap personel Sat Narkoba Polres Tanjungbalai usai terbukti membawa narkoba jenis ekstasi sebanyak 1200 butir. Penangkapan terjadi di sebuah loket bus antar provinsi, Sabtu (9/12/2017) sekira jam 21.45 Wib.

Menurut keterangan kepolisian, Maulizar ditangkap di Jalan Tembaga, Kampung Baru, Tanjungbalai. Barang haram tersebut rencananya akan diserahkan kepada seorang di Palembang yang bernama Fahmi.

Menurut Kasubbag Humas Polres Tanjung Balai, Iptu Djumadi, Kronologi penangkapan saat tersangka sedang di loket Bus antar Provinsi di Jalan Lintas Sumatera, Desa Hesa Perlompongan, Kecamatan Air Batu, Kabupaten Asahan.

“TKP penangkapannya di Jalan Lintas Sumatera, Desa Hessa Perlompongan, Kecamatan Air Batu, Kabupaten Asahan. Tersangkanya, seorang ibu rumah tangga, warga Desa Cut, Kecamatan Titeue, Kabupaten Pidie, Provinsi NAD,” kata Iptu Jumadi.

Polisi menangkap Maulizar setelah mendengar informasi dari warga bahwa akan ada transaksi narkoba di Jalan Tembaga, Kampung Baru, Tanjungbalai. “Begitu informasi itu diterima, Kasat Narkoba Polres Tanjungbalai, AKP Adi Hartono, kemudian langsung memerintahkan Team Opsnal SatNarkoba ke TKP untuk melakukan penyelidikan,” katanya.

Namun polisi tidak menemukan tersangka saat penggrebekan di Tanjung Balai. Polisi kemudian melakukan pengejaran hingga daerah Simpang Kawat Asahan. Disitu polisi kemudian meringkus Maulizar dan dari tasnya ditemukan barang haram tersebut.

“Saat dilakukan penggeledahan, ditemukan dua bungkus plastik transparan berisi narkotika jenis ekstasi di dalam sebuah tas milik tersangka,” lanjut Iptu Jumadi.

Polisi kemudian membawa tersangka ke Mapolres Tanjungbalai guna kepentingan proses penyidikan. “Selain dua bungkus plastik transparan berisi 1200 butir pil ektasi, petugas juga mengamankan 1 bungkus kotak wafer tango warna cokelat dan tas kain merk Crocs warna putih,” pungkas Jumadi.

Saat diperiksa polisi, Maulizar mengakui bahwa ribuan pil ekstasi tersebut akan dibawa ke Palembang dan diserahkan kepada seorang yang bernam Fahmi. Maulizar mengaku hanya sebagai kurir mengantar barang tersebut. Menurut pengakuannya, pemilik bernama Akim seorang warga Aceh. (Mt24/R2)