Connect with us

Selebritis

Bella Hadid Perjuangkan Negara Asalnya Palestina

Published

on

Bella Hadid nangis tanda tak setuju atas keputusan Presiden Amerika Serikat Donald Trump jadikan Yerusalem sebagai ibukota Israel.

Amerika Serikat-GeoSiar.com, Bella Hadid artis berusia 21 tahun berdarah asli Palestina yang berkewarganegaraan Amerika tak setuju atas keputusan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang menjadikan Yerusalem sebagai ibukota Israel.

Bella yang memang memiliki keturunan Palestina ikut merasa sedih saat mendengar pengumuman Trump. Ia melihat luka dari orang-orang Palestina.

“Aku menunggu untuk meletakkan kata-kata sempurna, tapi aku menyadari tak ada cara yang sempurna untuk membicarakan sesuatu yang tidak adil. Hari ini sangat menyedihkan. Melihat berita dan menyaksikan luka orang-orang Palestina membuatku menangis, untuk banyak generasi Palestina,” tulis Bella, Kamis (8/12/2017).

Menurut Bella keputusan AS itu dinilai dapat memicu konflik hingga pertumpahan darah antara rakyat Israel dan Palestina.

Sebelum menetap dan menjadi warga Amerika, ayahanda Bella, Mohamed Hadid pernah lahir dan tumbuh di tanah Palestina.

Mohamed Hadid dikenal sebagai pengusaha real estate ternama di Amerika Serikat.

Menurut Bella, saat usia 14 tahun, ayahnya Mohamed Hadid menetap di Negeri Paman Sam, dan meninggalkan Palestina. Seperti anaknya, Mohamed pun sedih dengan keputusan Donald Trump.

“Hari paling menyedihkan dalam hidupku sebagai orang Palestina-Amerika,” ungkapnya dalam akun Instagram.

“Sekarang Presiden Donald Trump dengan sebuah tanda tangan sederhana, memberi tanah suci tercinya kita, Yerusalem kepada orang Israel sebagai ibu kota mereka. Ini bukan persetujuan dari bisnis real estate. Ini adalah kesalahan pemimpin Arab yang menjualnya. Tidak punya malu, tidak punya hati dan perasaan. Memalukan perilaku mereka. Tanah Palestina untuk orang Palestina,” tandas Mohamed Hadid mengikuti postingan putrinya.

Bella mengaku tak bisa membayangkan kesedihan sang ayahanda serta keluarga besarnya atas keputusan Trump.

“Melihat kesedihan ayahku, sepupu, dan keluarga di Palestina, yang merasa nenek moyang kita di Palestina membuat ini semakin sulit untuk ditulis. Yerusalem adalah rumah bagi semua agama. Aku pikir kejadian ini membuat kita mengambil lima langkah ke belakang, sehingga sulit untuk hidup di dunia yang damai,” ungkap Bela.

Menurut Bella, selama ini rakyat Palestina tidak mendapatkan keadilan dan ia berjanji tak akan tinggal diam atas tindakan Trump yang dinyatakan menciderai perdamaian Israel dan Palestina.

“Perlakuan pada orang-orang Palestina tidak adil, sepihak dan tidak boleh ditolerir. Aku berdiri dengan Palestina,” tegas bella.

“Tidak ada kebencian terhadap siapapun. Sahabat baikku yang sudah ku sebut saudara adalah seorang Yahudi. Tidak memihak. Semua agama hidup berdampingan. Sekarang hanya satu manusia, yang selalu menjadi faktor yang mencoba untuk membawa kedamaian. Di mana harapan?” pungkas Bella dalam postingannya. (btgslb/r1)