Connect with us

Dunia

Donald Trump Abaikan Peringatan Timur Tengah Soal Pengakuan Jerusalem

Published

on

Presiden AS Donald Trump dan pemimpin Israel Benjamin Netanyahu

Washington-Geosiar.com, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengabaikan peringatan keras dari sejumlah negara sekutu di Timur Tengah dan dunia soal pengaukan Jerusalem sebagai ibukota Israel. Donald Trump dikabarkan akan mengakui Jerusalem sebagai ibu kota Israel pada Rabu (6/12/2017) waktu setempat.

Para pemimpin Arab Saudi, Mesir, Jordania, Uni Eropa, Perancis, Jerman, dan Turki memperingatkan Trump untuk tidak mengumumkan pengakuannya terkait Jerusalem.

Pengumuman pengakuan Jerusalem akan disebut pada pidato kenergaraan Trump, pukul 13.00 (waktu setempat) di Gedung Putih.

“Dia akan mengumumkan bahwa pemerintah Amerika Serikat mengakui Jerusalem sebagai ibu kota Israel,” kata seorang pejabat pemerintah yang berbicara kepada AFP dengan syarat namanya tidak disebut.

“Dia memandang ini sebagai pengakuan realitas, baik realitas sejarah maupun modern,” katanya.

Selain pengakuan Jerusalem sebagai ibukota israel, Trump bahkan dikabarkan akan memindahkan kedutaan besar Amerika Serikat dari Tel Aviv ke Jerusalem. Kebijakan ini sontak memperkeruh sengketa pahit berabad-abad antara umat Yahudi, Islam dan Nasrani.

“Butuh waktu lama untuk mencari tempat, menangani masalah keamanan, merancang fasilitas baru, mendanai fasilitas baru dan membangunnya,” kata pejabat itu.

“Pemindahan memerlukan waktu bertahun-tahun, tidak dalam bulan. Hal ini memang memakan waktu,” tambahnya.

Langkah Amerika Serikat untuk mengakui Jerusalem sebagai ibu kota Israel akan menjadi akhir dari upaya damai Amerika Serikat dalam konflik antara Israel dan Palestina.

Untuk mengantisipasi demonstrasi yang meluas, pejabat pemerintah AS diminta menghindari Kota Tua Jerusalem dan Tepi Barat. (Ant/R2)