Yordania-GeoSiar.com, Kedutaan Besar RI di Amman, Yordania, turut memperingati 70 tahun pendudukan Palestina oleh penjajah Israel dalam Hari Solidaritas Palestina pada 29 November 2017 lalu.
Peringatan ini diadakan oleh Badan Pekerjaan dan Pemulihan Perserikatan Bangsa-Bangsa Untuk Pengungsi Palestina di Timur Dekat (UNRWA) yang berkantor di Yordania.
Keterangan dari Pelaksana Fungsi Palestina KBRI Amman, Nico Adam, yang diterima di Jakarta, Kamis (30/11/2017) menyebutkan tujuan dari peringatan tersebut untuk mendorong negara-negara anggota Majelis Umum PBB untuk terus memberikan dukungan dan publisitas seluas-luasnya mengenai peringatan Hari Solidaritas.
Pada kunjungan ke kantor UNRWA, KBRI Amman menyerahkan bantuan makanan kepada pengungsi Palestina yang ada di Yordania. Paket bantuan tersebut berasal dari donatur Indonesia dan para pengusaha Yordania yang mengimpor produk makanan tersebut dari Indonesia
Dubes RI segera memberikan bantuan sumbangan tersebut untuk Yordania, Andy Rachmianto kepada Direktur UNRWA, Roger Davies.
Dubes Andy mengharapkan sumbangan makanan ini dapat membantu sebagian pengungsi Palestina dalam menghadapi musim dingin.
Pada 2016 lalu KBRI Amman juga menyalurkan sumbangan dari masyarakat Indonesia melalui UNRWA sebesar US$20.000 (sekitar Rp270,5 juta) untuk belanja peralatan sekolah bagi anak-anak pengungsi Rusayifah dan Jalur Gaza.
Davies menyampaikan terima kasih atas bantuan dan perhatian negara dan masyarakat Indonesia kepada Bangsa Palestina, tidak hanya yang berada di Tepi Barat dan Jalur gaza, namun juga kepada pengungsi Palestina yang berada sepanjang Yordania.
“Di tengah kondisi defisit seperti ini, anggaran operasional UNRWA tahun ini mencapai US$77 juta atau sekitar Rp1 Trilliun, berapapun sumbangan yang diberikan baik oleh negara, kelompok/golongan atau bahkan sumbangan individu pasti akan diterima dengan senang hati,” tutur Davies yang sudah 28 tahun bergabung di UNRWA.
Dubes Andy dan beberapa orang staf juga mengunjungi beberapa sekolah dan fasilitas kesehatan di dalam kamp pengungsi Palestina di daerah Qusour dan Marka, pinggiran kota Amman.
Berdasarkan pengamatan Andy, UNRWA kini melayani sekitar 2,2 juta pengungsi Palestina yang tersebar di sepuluh kamp atau sebanyak 43 persen dari total pengungsi Palestina yang ada di Yordania, Suriah, Lebanon dan Jalur Gaza.
UNRWA Yordania mempunyai 7.000 orang anggota yang 95 persen merupakan para pengungsi Palestina.
UNRWA memiliki sarana pendidikan yang terdiri atas 171 sekolah dengan 121.368 siswa yang belajar dari kelas 1 sampai kelas 10, satu Fakultas Sains dan Seni Pendidikan, serta dua pusat pelatihan kejuruan dan teknis.
UNRWA juga memiliki 25 pusat kesehatan utama yang mampu merawat lebih dari 1,1 juta pengungsi, sepuluh pusat rehabilitasi berbasis masyarakat, dan 14 pusat program peningkatan sumber daya perempuan.
Selain fasilitas di atas, UNRWA di Yordania juga memberikan bantuan tunai untuk hampir 60.000 pengungsi sebesar US$115 per orang per tahun.
Davies berharap melalui peringatan Hari Solidaritas Palestina yang diselenggarakan ini dapat menjadi sebuah momentum untuk menyerukan masyarakat internasional agar memusatkan perhatiannya pada masyarakat Palestina yang hingga kini belum dapat memenuhi hak untuk menentukan nasib sendiri. Apalagi seluruh penduduk Palestina yang menjadi korban perang belum mendapatkan hak atas kemerdekaan dan kedaulatan nasional, serta hak untuk kembali ke tanah air mereka. (cnn/r1)