Connect with us

Politik

Wagubsu Nurhajizah Marpaung Siap Ramaikan Pentas Pilgub Sumut 2018

Published

on

Nurhajizah Marpaung saat dilantik menjadi Wakil Gubernur Sumatera Utara oleh Presiden Joko Widodo

Medan-Geosiar.com, Wakil Gubernur Sumatera Utara, Nurhizah Marpaung dikabarkan siap ramaikan bursa Pemilihan Gubernur Sumatera Utara 2018. Menurut anggota DPRD Sumut, Sutrisno Pangaribuan ST, Rabu (29/11/2017), nama Nurhajizah muncul sebagai calon alternatif dalam Pilgubsu 2018 mendatang.

“Nama Ibu Wagubsu memang kembali muncul sebagai alternatif setelah beberapa peristiwa politik yang terjadi belakangan ini,” kata Sutrisno, di gedung wakil rakyat, Jalan Imam Bonjol Medan.

Menurut Sutrisno, Nurhajizah merupakan salah satu tokoh yang mewakili perempuan dalam politik di Sumatera Utara. Dikabarkan Nurhajizah akan didaulat mendampingi Tengku Erry Nuradi hingga 2018 ini didesuskan akan meneruskan paket ini hingga periode 2018-2023.

“Kabarnya memang banyak yang menginginkan Ibu Nurhajizah mendampingi Pak Tengku Erry,” tambah Sutrisno.

Nurhajizah yang juga Purnawirawan jenderal wanita dari TNI Angkatan Darat (AD) tidak menampik dukungan tersebut. Dia mengatakan tinggal menunggu perintah atasan.

“Saya menjadi Wagubsu beberapa waktu lalu atas perintah Pak Wiranto. Jika saya diperintah maju lagi, maka saya siap,” ujarnya.

Ketika ditanya mengapa harus berdasarkan perintah, dan apakah tak memiliki hasrat pribadi utntuk terus memimpin, Nurhajizah enggan menjelaskan. “Sementara ini saya masih fokus menyelesaikan amanah ini sampai habis masa jabatan. Sementara ini belum berpikir ke arah sana,” ujarnya.

Nurhajizah menyadri ada dukungan besar kepadanya untuk maju dalam Pilgub Sumut 2018, namun dia mengaku belum berfikir ke arah sana, minimal sampai masa jabatannya selesai. Perempuan kelahiran Bandar Pulau, Asahan, 61 tahun lalu itu mengaku komunikasi dengan Gubernur Tengku Erry selama ini masih terjalin baik.

Sementara anggota DPR-SU Fraksi PDI Perjuangan, Sarma Hutajulu menyebut peluang Nurhajizah untuk berpasangan dengan Tengku Erry masih terbuka lebar. Isu ini bahkan menjadi pembicaraan politik yang cukup serius di kalangan masyarakat.

“Kalau bicara peluang, tentu masih ada dan terbuka lebar. Nama beliau kan memang disebut lagi akan berduet dengan Pak Tengku Erry. Saya kira peluang siapa saja masih sama,” sebut Sarma.

Ketika ditanya peluang keduanya didukung PDIP Perjuangan, Sarma mengatakan semua masih bisa terjadi. “Sampai bulan dua (Februari 2018) nanti, semua itu masih bisa terjadi,” ujarnya. (Mt24/R2)