Connect with us

Olahraga

Sumut-Aceh Daftar Tuan Rumah PON 2024

Published

on

KETUA Umum KONI Sumatera Utara, John Ismadi Lubis dan Ketua Harian KONI Aceh, Kamaruddin Abu Bakar Rajak (tengah berjas) menyampaikan deklarasi mereka sebagai tuan rumah bersama Pekan Olahraga Nasional (PON) 2024. Jumat, 9 Juni 2017,

Jakarta-Geosiar.com, Provinsi Sumatera utara (Sumut) dan Aceh resmi mendaftar sebagai calon tuan rumah Pekan Olahraga Nasional (PON) 2024. Pendaftaran diterima langsung oleh Wakil Ketua Umum KONI Suwarno, di Kantor KONI Pusat, Jakarta, Rabu, 30 November 2017.

Saat mendaftar pihak Aceh dipimpin langsung Sekda Dermawan dan Sumatera Utara dipimpin langsung oleh Wakil Gubernur Nur Marpaung. Pendaftaran dilakukan secara meriah dengan menampilkan kesenian khas kedua daerah.

“Kami (Aceh/Sumut) sudah sepakat untuk menjadi tuan rumah bersama. Setelah pendaftaran ini, kami akan terus menggalang dukungan dari KONI-KONI provinsi yang lain. Kami optimistis keinginan kami menjadi tuan rumah PON 2024 tercapai,” tutur Sekda Aceh, Dermawan.

Menurut Dermawan, Aceh sangat terbuka dalam pendaftaran PON 2024, termasuk menjalin kerjasama dengan provinsi lain. Oleh karenanya, pihaknya menggandeng Sumut yang juga mempunyai keinginan sama sebagai partner menjadi tuan rumah.

“Saat ini kami (Aceh/Sumut) sudah mendapatkan dukungan dari 19 provinsi secara tertulis. Setelah ini kami akan terus menggalang dukungan,” ucapnya, menambahkan.

Hal senada diucap Wakil Gubernur Sumut Nur Marpaung. Menurutnya, Sumut telah menyiapkan lahan 100 hektar di Kualanamu yang nantinya akan digunakan untuk “sport center” yang didalamnya termasuk lapangan sepak bola.

“Perangkat sudah siap. Makanya kami berharap Aceh dan Sumut ditetapkan menjadi tuan rumah PON 2024. Apalagi izin untuk penggunaan lahan juga sudah ada,” katanya usai melakukan pendaftaran.

Wakil Ketua KONI Pusat Suwarno mengatakan Aceh dan Sumut merupakan pasangan pertama yang secara resmi mendaftarkan diri. endaftaran calon tuan rumah PON XXI akan ditutup Kamis (30/11) karena pendaftaran telah dibuka sejak Mei.

“Pendaftaran menjadi tuan rumah menurut AD/ART harus dilakukan tujuh tahun sebelum pelaksanaan. Dan satu tahun berikutnya diputuskan. Yang memutuskan buka kami, tapi anggota KONI pusat,” katanya.

Suwarno menambahkan, setelah resmi mendaftar, Aceh dan Sumut harus segera menggalang dukungan pencalonan mereka. Sementara KONI pusat akan melakukan verifikasi persyaratan administrasi serta akan melakukan pemantauan langsung persiapan yang dilakukan.

“PON itu layaknya Asian Games. Harus ada perencanaan hingga menyiapkan lokasi pertandingan dan lainnya. Itu semuanya membutuhkan waktu yang panjang. Yang terpenting untuk Aceh dan Sumut adalah surat kesanggupan kerja sama,” tegas Suwarno.

Meski demikian, KONI berharap tidak hanya Sumut-Aceh saja yang berminat mencalonkan diri sebagai tuan rumah PON. Suwarno berharap provinsi-provinsi lain mendaftarkan diri untuk menunjukkan olahraga masih menjadi prioritas pada suatu daerah. (Ant/R2)