Connect with us

Nasional

Reuni Sekolah Lazim Dilakukan, Reuni Aksi 212 Tak Perlu

Published

on

Menkopolhukam Wiranto menjawab pertanyaan wartawan

Jakarta-Geosiar.com, Rencana peserta aksi 212 yang melakukan reuni memperingati aksi setahun lalu ditanggapi Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto. Menurut Wiranto, reuni sekolah lazim dilakukan, namun reuni aksi 212 sebagai kegiatan yang tidak perlu dilakukan.

Berbicara di di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu, 29 November 2017, Wiranto menilai kegiatan itu dianggap akan mengganggu aktivitas masyarakat. “Saya kira tidak tepat saat ini kita ramai-ramai lagi massa reuni,” katanya.

Setahun lalu, pada 2 Desember 2016, jutaan muslim menggelar aksi bela Islam menuntut proses hukum terhadap Gubernur Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok. Alasannya, Ahok dianggap menistakan Al-Quran terkait dengan ucapannya tentang Surat Al-Maidah ayat 51.

Menjelang 2 Desember 2017 nanti, sejumlah peserta aksi berencana menggelar reuni untuk memperingati aksi 212 yang digelar tahun lalu. Wiranto meminta semua pihak fokus mengambil bagian menjaga suasana kondusif terus berlangsung. “Jangan membuang energi pada hal yang tidak perlu,” ujarnya

Wiranto menambahkan, apalagi jelang pilkada serentak 2018 yang melibatkan 171 wilayah, hajatan politik daerah itu membutuhkan ketenangan dan suasana teduh agar masyarakat bisa memilih calon pemimpin yang terbaik.

Wiranto menilai aksi 212 pada 2016 merupakan gerakan temporer yang terkait dengan pemilihan Gubernur DKI Jakarta. Saat ini pilgub DKI telah selesai dan menghasilkan gubernur DKI yang baru. Karena itu, seharusnya gerakan yang bersifat temporer tersebut sudah selesai.

Jadi, menurut Wiranto, reuni tersebut berbeda dengan reuni sekolah, universitas, atau paguyuban yang bersifat permanen. Reuni semacam itu, kata Wiranto, lazim dilakukan. Berbeda halnya dengan rencana reuni aksi 212.

“Kalau ada gerakan yang bersifat temporer, situasional, kemudian mengadakan reuni, dan alasannya juga saya belum tahu, maka sebenarnya pada situasi seperti saat ini, lebih baik kita menjaga kondisi kondusif,” kata Wiranto. (Tpo/R2)