Connect with us

Selebritis

Katolik Sejati, Bondan Winarno Hidupi Panggilan Sesuai Gaudium et Spes no. 43

Published

on

Pakar kuliner Indonesia, Bondan Winarno berkarya sesuai Gaudium et Spes no. 43

Jakarta-GeoSiar.com, Bondan Winarno berpulang pada Rabu (29/11/2017) di RS Harapan Kita. Pria kelahiran Surabaya, Jawa Timur, 29 April 1950 ini tutup usia 67 tahun.

Semasa hidupnya, Bondan yang beragama Katolik aktif sebagai penulis dengan berbagai kebisaan. Bodan juga dikenal sebagai pribadi yang ulet dan berhasil menjadi ketua Jalansutra, suatu komunitas wisata boga yang sangat terkenal di Indonesia.

Bondan juga berhasil menjabat sebagai Presiden Ocean Beauty International, sebuah perusahaan makanan laut yang berbasis di Seattle Washington, Amerika Serikat.

Terkenal dengan keserbabisaannya, pada tahun 1998-1999, Bondan menjadi konsultan untuk Bank Dunia di Jakarta. Kemudian hingga 2000 ia menjadi direktur eksekutif dari sebuah organisasi pelestarian lingkungan.

Tak puas hanya berkarya di dalam perusahaan yang bergerak di bidang ekonomi, Bondan ingin mempertajam bakatnya di bidang tulis menulis yang ia telah tekuni semasa kecil pada tahun 2001-2003 dan menjadi pemimpin redaksi harian Suara Pembaruan.

Setelah itu, Bondan membulatkan tekadnya untuk beralih menjadi presenter dalam acara kuliner di Trans TV, yaitu Wisata Kuliner.

Bondan yang terkenal dengan ungkapan “maknyus!” menjadi panutan dalam menggambarkan suasana enak nyaman dan tentram khususnya dalam mewakilkan rasa makanan kuliner yang enak.

Bondan tak hanya aktif dalam mengembangkan bakat dan talentanya secara duniawi, namun ia juga meningkatkan kepedulian sosialnya dengan aktif di berbagai kegiatan sosial.

Bondan bahkan menjadi salah satu orang yang mendirikan Yayasan Karaton Surakarta. Bondan juga dinobatkan sebagai seorang sentanadalem Karaton Surakarta Hadiningrat dengan gelar Kanjeng Pangeran Mangkudiningrat.

Semasa hidupnya, Bondan telah menghidupi panggilannya sebagai kaum awam yang dikehendaki gereja sesuai dokumen Gaudium et Spes no. 43 yang dengan jelas berbicara tentang Gereja di dunia dewasa ini. Dalam konteks ini, gereja menggarisbawahi bahwa secara khas kegiatan keduniawian menjadi wewenang kaum awam.

Bondan menghidupi benar pesan 100% Indonesia, 100% Katolik sebagai kaum awam yang dengan jelas memberikan gambaran bahwa menjadi abdi Allah tidak bertentangan dengan pelayanannya selama berkarya di dunia dan dalam kehidupan bermasyarakat.

Berdasarkan hal itu, Bondan menyadari perannya sebagai kaum awam yang sungguh menekuni bidang keahlian dan karyanya untuk bertumbuh menjadi pribadi profesional guna memberikan pelayanan berkualitas dalam masyarakat.

Diusianya ke 67, Bondan meninggalkan seorang istri Yvonne Winarno dan ketiga anaknya Gwendolin Amalia Winarno, Marisol Winarno dan Eliseo Winarno.(wkpd/r1)