Connect with us

Sumut

Berikut Wilayah di Sumatera Utara yang Berpotensi Dilanda Banjir dan Longsor

Published

on

Banjir di Medan (Ilustrasi)

Medan-Geosiar.com, Cuaca yang tak menentu beberapa hari terakhir yang melanda Sumatera Utara (Sumut)dapat berdampak terjadinya bencana alam banjir maupun longsor. Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Wilayah I Medan merilis sejumlah wilaya di Sumatera Utara yang potensial dilanda bencana tersebut.

Kepala Balai Besar BMKG Wilayah I Medan Edison Kurniawan, Rabu (29/11/2017) mengatakan potensi terjadinya bencana tersebut dibagi atas kategori rendah, menengah dan tinggi. Edison mengaku pihaknya telah memantau cuaca yang diprediksi dapat menimblkan bencana.

“BMKG sudah mengarah pada prakiraan cuaca berbasis dampak (impact base forecast). Sehingga wilayah-wilayah yang terdampak perlu dicermati oleh pemkab dan pemkot,” katanya.

Menurut Edison, wilayah yang berpotensi terjadi banjir dengan katagori rendah adalah Asahan (Kec. Buntu Pane, Lima Puluh, Sei Kepayang, Simpang Empat, Talawi, Tanjung Balai), Tanjung Balai (Kec. Datuk Bandar) dan Kisaran (Kec. Kisaran Barat).

Sedangkan wilayah yang berpotensi terkena banjir kategori menengah adalah sahan (Kec. Buntu Pane, Lima Puluh, Sei Kepayang, Simpang Empat).Deli Serdang (Kec. Bangun Purba, Beringin, Biru-Biru, Deli Tua, Dolok Masihul, Hamparan Perak, Labuhan Deli, Lubuk Pakam, Namo Rambe, Pagar Merbau, Pancur Batu, Pantai Cermin, Perbaungan, Percut Sei Tuan, Petumbak, S.Tanjungmuda Hilir, Sipispis, Sunggal, Tanjung Morawa, Tebing Tinggi), Karo (Kec. Berastagi, Payung), Binjai (Kec. Binjai Kota, Binjai Selatan, Binjai Timur).

Kemudian, Medan (Kec. Medan Baru, Medan Deli, Medan Helvetia, Medan Johor, Medan Labuhan, Medan Maimun, Medan Marelan, Medan Petisah, Medan Polonia, Medan Selayang, Medan Sunggal, Medan Timur, Medan Tuntungan), Pematang Siantar (Kec. Siantar Barat, Siantar Timur), Kota Tebing Tinggi (Kec. Padang Hilir, Padang Hulu, Rambutan), Labuhan Batu (Kec. Aek Natas, Kampung Rakyat, Kualah Hulu, Sungai Kanan, Torgamba), Langkat (Kec. Babalan, Besitang, Binjai, Gebang, Padang Tualang, Salapian, Secanggang, Sei Lepan, Stabat, Tanjung Pura), Mandaling Natal (Kec. Muara Batang Gadis, Panyambungan, Siabu), Nias (Kec. Alasa, Gido, Gomo, Gunung Sitoli, Idano Gawo, Lahewa, Lahusa, Lolo Wa’u, Lolofitu Moi, Mandrehe, Sirombo, Teluk Dalam, Tuhembrua), Simalungun (Kec. Siantar), Tapanuli Selatan (Kec. Batang Toru, Padang Bolak, Padang Sidempuan Barat, Siais), Tapanuli Utara (Kec. Sipoholon, Tarutung), Tapanuli Tengah (Kec. Barus, Kolang, Sibolga, Sorkam), dan Toba Samosir (Kec. Onan Runggu, Simanindo).

Sementara untuk kategori tinggi yakni Nias (Kec. Lahusa, Pulau-Pulau Batu) dan Tapanuli Tengah (Kec. Barus, Kolang, Sibolga, Sorkam).

“Indeks ekstrim ditandai dengan adanya tanah sudah jenuh air, curah hujan tinggi, terlihat genangan air dan air sungai sudah meluap untuk Indeks Tinggi ditandai dengan adanya tanah sudah jenuh air, curah hujan tinggi dan terlihat genangan air, sedangkan Indeks Sedang ditandai dengan tanah mulai basah dan run off meningkat. Indeks Rendah ditandai dengan curah hujan rendah dan run off rendah,” jelasnya.

Selain itu, daerah Sumut yang potensial terkena longsor kategori rendah adalah Tapanuli Utara (Sipoholon), Asahan (Bandar Pulau, Pulau Rakyat), dan Labuhan Batu (Kualuh, Bilah Hulu, NA IX-X).

Potensi sedang terdapat di, Tapanuli Utara (Garoga, Tarutung), Toba Samosir (Balige, Lumban Julu, Habinsaran, Muara), Tapanuli Tengah (Andam Dewi), Tapanuli Selatan (Batang Toru, Padang Sidempuan Timur), Dairi (Sumbul, Pwk. Siempat Nempuh, Siempat Nempuh, Tiga Lingga, Tanah Pinem, Silima Pungga-Pungga, Parbuluan, Pegagan Hilir), Pakpak Barat (Kerajaan, Salak), Simalungun (Girsang Sipangan Bolon, Purba, Dolok Pardamean, Sidamanik Dolok Panribuan, Raya, Panei, Jorlan Hataran, Tanah Jawa, Dolok Silau, Pematang Tanah Jawa), Deli Serdang (Bangun Purba, Sibiru – biru, Sibolangit, STM Hulu, STM Hilir), Langkat (Padang Tualang, Bahorok, Sei Lepan), Nias (Gunung Sitoli, Mandrehe, Hiliduho) serta Nias Selatan (Teluk Dalam, Lahusa, Lalowu, Gomo).

Sedangkan potensi tinggi meliputi, Tapanuli Utara (Pahae Jae, Pahae Julu, Siborong-borong, Adian Koting), Karo (Simpang Empat, Merek, Barus Jae, Mardinding, Payung, Munthe), Humbang Hasundutan (Lintong Nihuta, Onan Ganjang), Toba Samosir (Porsea, Silaen), Samosir (Onan runggu, Palipi), Tapanuli Tengah (Barus, Tapian Nauli, Lumut), Tapanuli Selatan (Batang Angkola), dan Mandailing Natal (Batang Natal, Natal, Batahan, Penyabungan, Kotanopan, Muara Sipongi).

Untuk mengantisipasi bencana tersebut, Edison meminta masyarakat hati-hati dan waspada dengan bencana tersebut. “Mengingat saat ini di beberapa wilayah Sumut mengalami puncak musim hujan, sebaiknya memang kita harus terus mewaspadainya,” tutupnya. (Mbd/R2)