Connect with us

Kesehatan

Tolak Vaksin Flu, Perusahaan Kesehatan di Minnesota Pecat 69 Karyawan

Published

on

Sebuah perusahaan berbasis kesehatan di Minnesota pecat 69 karyawan yang menolak vaksin flu 10 November lalu.

Jakarta-GeoSiar.com, Rajesh Prabhu, seorang spesialis penyakit menular yang bekerja di Essentia menegaskan manfaaat vaksin untuk kesehatan dan pencegahan penyakit menular pada pekerja rumah sakit.

Rajesh mengatakan walaupun vaksin tidak 100 persen berfungsi efektif, tetapi ada kepentingan untuk memvaksinasi pekerja rumah sakit karena mereka berinteraksi langsung dengan pasien yang sakit parah.

“Kami bekerja di lingkungan yang berbeda. Kami merawat pasien sehingga memiliki kewajiban etik,” ujar Rajesh seperti dikutip Foxnews, Senin (27/11/2017).

Sementara itu, departemen kesehatan Minnesota tak memiliki kebijakan terkait vaksin flu bagi penyedia layanan kesehatan. Namun mereka hanya memberikan anjuran agar memberikan vaksin kepada siapa pun yang berisiko tinggi terkena influenza atau bagi mereka yang berada di sekitar invidu dengan risiko tinggi terpapar virus tersebut.

Terkait hal itu, sebuah perusahaan berbasis kesehatan di Minnesota memecat 69 karyawan yang menolak vaksin flu pada batas waktu 10 November lalu.

Sebagai tanggapan atas pemecatan tersebut, Minnesota Nurses Association (MNA) mengumumkan rencana untuk mengajukan keluhan terhadap Essentia Health atas nama karyawan yang dihentikan untuk mendapatkan kembali status pekerjaan atau sejumlah uang ganti rugi.

Sebelumnya, Essentia Health yang menaungi 15 rumah sakit dan 75 klinik di Minnesota, Idaho, Wisconsin dan North Dakota itu menyatakan akan menerima alasan penolakan terkait medis dan agama yang sangat terbatas dari 13.900 karyawannya.

Asosiasi perawat tersebut mengklaim, penolakan mereka terhadap vaksin flu dikarenakan alasan agama atau medis.

Para perawat juga telah mengusulkan alternatif memberi penghargaan kepada karyawan yang bersedia divaksin ketimbang memberi hukuman bagi karyawan yang menolak. Pun usulan memberi kelonggaran waktu bagi mereka yang mendapat reaksi kesehatan usai divaksin.

“Essentia Health menunjukkan, mereka tidak berniat untuk melakukan tawar-menawar dalam niat baik,” ujar Steve Strand, co-chair MNA yang ditunjuk sebagai unit negosiasi pada Fox 9.

“Kami mencoba duduk bersama dengan jajaran manajemen, tapi para petinggi Essentia mengatakan pada kami, mereka berniat melanjutkan keputusan dan tetap mewajibkan vaksin flu,” pungkas Strand.(lpt6/r1)