Connect with us

Nasional

Ketua Presidium Pusat ISKA Hadiri Pelantikan Pengurus DPD ISKA Sulawesi Selatan

Published

on

Ketua Presidium Pusat Ikatan Sarjana Katolik Indonesia (ISKA) Hargo Mandirahardjo menghadiri acara pelantikan Pengurus Dewan Pimpinan Daerah ISKA Propinsi Sulawesi Selatan di aula Seminari Menengah Petrus Clavert Makasar, Sabtu (25/11/2017)

Makassar-GeoSiar.com, Ketua Presidium Pusat Ikatan Sarjana Katolik Indonesia (ISKA) Hargo Mandirahardjo menghadiri acara pelantikan Pengurus Dewan Pimpinan Daerah ISKA Propinsi Sulawesi Selatan di aula Seminari Menengah Petrus Clavert Makasar, Sabtu (25/11/2017).

Acara pelantikan ini dihadiri seluruh pengurus ISKA Sulawesi Selatan dengan mengangkat tema “Indonesiakan Indonesia”.

Dalam kata sambutannya, Hargo mengatakan program ISKA Nasional merupakan sekolah kebangsaan dimana sebagai organisasi cendekiawan Katolik, anggotanya terpanggil untuk menyelesaikan carut-marutnya bangsa ini.

Secara nasional, menurutnya ISKA perlu menyadari langkah konkrit dan strategis dalam merawat komitmen kebangsaan.

“ISKA secara tegas untuk mengawal Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika melalui sekolah kebangsaan. Kampanye sekolah kebangsaan akan disosialisasikan kepada seluruh cabang dan daerah se-Indonesia,” tegas Hargo.

Hargo juga mengingatkan kepada Pengurus Daerah Propinsi Sulawesi Selatan untuk mampu bergerak dalam basis karya dan pengabdian ISKA yang berpegang pada nilai-nilai Kristianitas, Intelektualitas, Profesionalitas dan Integritas.

Senada dengan hal itu, Ketua DPD ISKA Propinsi Sulawesi Selatan yang lama Tito Janz, menegaskan kembali peran ISKA dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Tito mengingatkan para pengurus yang baru dilantik dapat terus menggelorakan semangat ISKA di Sulawesi Selatan sesuai arah kebijakan DPP ISKA.

Menyambung pernyataan Tito, Ketua DPD ISKA Sulsel yang baru Andrew Runtuwene menegaskan bahwa kehadiran ISKA di Sulawesi Selatan sangat penting dalam upaya membangun kecerdasan, semangat pembauran dan persaudaraan yang perlahan-lahan terkikis dari kehidupan sosial kemasyarakatan.

“Salah satu contoh konkrit adalah fenomena fandalisme yang sudah menjadi hal biasa di mata publik dan disebarkan di jejaring media sosial. Oleh karena itu, kata Andrew, tugas ISKA saat ini adalah bagaimana mengembalikan Indonesia yang menerima keanekaragaman tanpa mempermasalahkan perbedaan Suku, Agama, Ras dan Golongan. Salah satunya adalah dengan Program Sekolah Kebangsaan”, tegas Andrew.

Uskup Agung Makasar, Mgr. DR. John Liku-Ada, PR mengapresiasi Program Sekolah Kebangsaan ISKA. Menurutnya, orang-orang muda perlu kembali memperkenalkan warisan budaya masing-masing yang mempunyai nilai universal.

“ISKA Sulawesi Selatan harus mampu membuat terobosan dalam program yg strategis dan cerdas”, pungkas Mgr John Liku-Ada.(jdlnsl/r1)