Connect with us

Kriminal

Polisi Tembak Pelaku Spesialis Pembobol Rumah Mewah

Published

on

Kantor Polrestabes Medan

Medan-Geosiar.com, Tim Satuan Reserse Kriminal Polrestabes Medan menembak tiga pelaku spesialis pembobol rumah mewah dan meringkus seorang penadah barang hasil curian tersebut, Selasa (21/11) siang. Para pelaku diringkus setelah beberapa kali sukses melancarkan aksinya.

Wakasat Reskrim Polrestabes Medan Kompol Ronni Bonic, Selasa, mengatakan, ketiga pelaku itu yakni, Ari Fahrizal alias Ari (35) warga Jalan Sei Kera, Lorong Seri I, Sheris Ismoyo (25) warga Jalan Sei Kera; Verial alias A Seng (30) warga Jalan Sei Kera.

Sedangkan penadah yang ditangkap yakni, Suratman Adnan alias Nanang (50) warga Jalan Prof HM Yamin, Lorong Pinang, Kecamatan Medan Timur.

Para pelaku perampokan merupakan residivis yang pernah ditahan sebelumnya. “Pelaku AF adalah residivis kasus narkoba dan SS residivis kasus curas. Pelaku sudah sering beraksi membongkar rumah warga,” kata Ronni.

Para pelaku diringkus atas laporan dua orang korban yakni Aditya Pramudia (28), warga Jalan Suka Jaya Komplek Grand Castello No 8 F, Kelurahan Suka Maju, Kecamatan Medan Johor dan Elfin Azuardi (29) warga Jalan Suka Jaya Komplek Grand Castello No 8A, Kelurahan Suka Maju, Kecamatan Medan Johor.

Para pelapor mengaku Terungkapnya kasus pembobolan rumah itu bermula saat ponsel genggam Elfin bergetar yang tersambung dengan sensor CCTV yang terpasang di rumahnya. Dari ponsel Eldin terlihat jelas bahwa ketiga pelaku masuk dari jendela kamar.

Hal serupa juga dialami tetangganya, Aditya Pramudia. Rumahnya tidak luput dari pembongkaran oleh para perampok.

Dari penangkapan para pelaku, polisi menyita barang bukti, 3 helm yang dipakai pada saat melakukan aksi kejahatan, 2 handphone, 1 pasang sepatu kulit, 1 baret Korps Brimob, 2 jam tangan, 4 cincin, 1 gelang, 2 kunci L, 1 obeng, 1 martil, 1 linggis, 2 tas pinggang, 1 tas sandang, 1 koper kecil, 1 cutter, 1 celana jeans biru, 2 lembar surat emas, 1 pasang anting, kunci T dan uang Rp500.000.

Ketiga pelaku pencurian terpaksa harus ditembak kakinya karena melawan saat ditangkap polisi. Demikian pula pengadah yang dibekuk dari kediamannya. (Mt24/R2)