Connect with us

Dunia

Peduli Rohingya, Indonesia Bangun Rumah Sakit Di Rakhine Myanmar

Published

on

Pengiriman bantuan kemanusiaan untuk warga Rohingya di Rakhine, Myanmar

Jakarta-Geosiar.com, Pemerintah Indonesia resmi bangun rumah sakit untuk warga di Rakhine, Myanmar, setelah peletakan batu pertama digelar, Minggu 19 November. Rumah sakit yang diinisiasi Kementerian Luar Negeri RI berada di Myaung Bwe, Negara Bagian Rakhine, Myanmar.

Dengan peletakan batu pertama itu menandai pembangunan tahap kedua pembangunan akomodasi staf medis dan tahap ketiga pembangunan gedung utama. Tahap pertama yaitu pemetaan dan konstruksi pagar sebelumnya telah selesai sejak September 2017.

Menurut rilis Kementerian luar Negeri, peletakan batu pertama dihadiri oleh sejumlah tokoh pemerintah Indonesia dan sejumlah tokoh Rakhine Myanmar. Hadir Duta Besar RI untuk Myanmar Ito Sumardi dan menteri urusan Rakhine, perwakilan kementerian kesehatan Myanmar, perwakilan MERC, tokoh masyarakat setempat dan masyarakat agama Budha dan Islam.

Sedianya Menteri Luar Negeri Retno Marsudi hadir dalam acara itu namun imbauan dari pemerintah Myanmar yang menyebut lokasi pembangunan rumah sakit Indonesia berada di wilayah utara Rakhine yang dipandang rawan, Menteri Retno tak ikut meresmikan rumah sakit tersebut.

Pemerintah Myanmar mengaku tidak bisa memberikan pengamanan optimal sesuai standar dikarenakan keamanan Myanmar sedang difokuskan menjaga pertemuan tingkat menteri Asia-Eropa di Naypyidaw yang juga dihadiri Retno.

Pendirian rumah sakit merupakan wujud sumbangan masyarakat Indonesia kepada warga Rakhine Myanmar. Rumah sakit tersebut ditarhetkan rampung pada pertengahan tahun depan.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Arrmanatha Nasir mengatakan pembangunan rumah sakit tersebut menghabiskan dana 1,8 juta dolar AS hasil kerja sama Pemerintah Indonesia dengan masyarakat Indonesia termasuk PMI, berbagai LSM dan sektor swasta.

“Setelah selesai dibangun, Rumah Sakit Indonesia tersebut akan secara inklusif, tak memandang latar belakang, suku maupun agama, bagi seluruh masyarakat setempat,” kata Arrmanatha. (Ant/R2)