Connect with us

Kriminal

Demi Nyabu, Pemuda Tembung Menggelapkan Sepeda Motor Temannya

Published

on

Menggelapkan motor demi membeli sabu (Ilustrasi)

Medan-Geosiar.com, Seorang pemuda asal Tembung, Medan, babak belur dihajar massa persis di bawah jembatan Tol, Jl. Letda Sudjono, Medan tembung, Minggu (19/11/2017), pukul 14.00 WIB.

Rahmat (21), Pemuda yang dihajar massa disebut menggelapkan sepeda motor Yamaha Fino 125 milik Rahman (35), abang temannya, Syawal (21). Rahmat mengaku menggadaikan sepeda motor abang temannya untuk kebutuhan nyabu.

Kejadian bermula pada Jumat (17/11). Syawal dan Rahmat yang merupakan teman kecil saat SD, Syawal iba melihat temannya tidak mempunyai pekerjaan. Syawal kemudian menawari Rahmat pekerjaan di sebuah doorsmer di Stabat. Rahmat mengamini niat baik teman kecilnya itu. Mereka berdua lalu berboncengan menuju Stabat menggunakan sepeda motor Fino 125 milik Rahman.

Setibanya di Stabat, Rahmat kemudian meminjam motor itu dari Syawal dengan dalih ingin membeli pulsa. Namun trik tersebut ternyata digunakan untuk menggelapkan motor Rahman dan meninggalkan Syawal sendirian di Stabat. Setelah dihubungi tidak menjawab, Syawal dan Rahman kemudian melaporkan tindakan Rahmat ke Mapolsek Stabat.

Esok harinya, Sabtu (18/11), Nomor ponsel Rahmat aktif berhasil dihubungi Rahman. Dengan nada baik Rahman meminta afgar Rahmat mengembalikan sepeda motornya. Namun Rahmat dengan nada enteng mengaku telah menggadaikan motor itu -seharga Rp650 ribu- pada seorang ibu pedagang di Pasar 8 Tembung.

Rahmat malah meminta Rahman menyediakan uang Rp500 ribu untuk menebus motor tersebut. Rahmat mengaku akan menanggung kekurangan Rp150 ribu.

Minggu (19/11) Siang, Rahman berhasil menjumpai Rahmat tepat berada di bawah jembatan Tol Tembung. Rahmat malah berbicara berbeli-belit, dan tidak langsung mengajaknya ke rumah penadah kreta dan malah mengajaj Rahman ke rumah temannya.

Akibatnya rahman pun naik pitam dan memukul Rahmat. Kegaduhan tersebut sontak mengundang kedatangan warga. Setelah mendengar keterangan rahman, warga pun berbondong-bondong memukuli Rahmat hingga babak belur.

“Padahal niat saya sudah baik, Mas, agar tidak dilanjutkan kasusnya. Tapi dia malah seperti mau mengerjai saya lagi, makanya saya hajar dia,” jelas Rahman.

Saat diperiksa di Mapolsek Percut Seituan, Rahmat mengaku menggadaikan kreta milik Rahman demi membeli sabu. “Saya pakai beli sabu sama kawan saya,” celoteh Rahmat pada polisi.

Kapolsek Percut Sei Tuan Kompol Pardamean Hutahaean mengaku pihaknya tengah menunggu kedatangan personel Polsek Stabat. “TKP-nya di Stabat dan saat ini petugas dari Stabat sudah dalam perjalanan menuju ke sini,” tandas Pardamean. (M24/R2)